Kasus OTT Banyuasin, Yan Anton Cs Janji Ungkap Perkara Korupsi Lainnya

Terdakwa OTT Banyuasin dari kiri ke kanan yaitu Kirman, Sutaryo, Yan Anton Ferdian, Rustami dan Umar Usman saat mengikuti persidangan Tipikor di PN Palembang, Kamis (8/3).– Foto Ferdinand Deffryansyah/koransn

Palembang,koransn.com-

Dalam persidangan kasus operasi tangkap tangan (OTT) Banyuasin di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I A Palembang, Rabu (8/3) terungkap jika Yan Anton Ferdian Cs telah mengajukan Justice Collaborator (JC). Bahkan kelima terdakwa berjanji siap bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap tersangka baru serta membuka perkara korupsi lainnya di Banyuasin.Terkait hal itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riadi saat diwawancarai usai persidangan mengisyaratkan jika pengungkapan kasus OTT Banyuasin tidak akan berhenti sampai di sini saja. Sebab, KPK masih membidik tersangka baru dalam kasus OTT Banyuasin.

Dikatakan Roy, terdakwa Yan Anton Ferdian (Bupati Banyuasin nonaktif), Umar Usman (Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin), Sutaryo (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Banyuasin), Rustami (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Setda Banyuasin) dan Kirman (Direktur CV Aji Sai), kelimanya telah mengajukan JC. Meskipun JC kelima terdakwa belum disetujui pimpinan KPK namun para terdakwa menyatakan siap bekerjasama dengan KPK untuk mengungkap tersangka lain dan perkara korupsi lainnya.

“Jadi, untuk tersangka baru dalam perkara ini, kita bisa artikan sendiri dari pernyataan kelima terdakwa yang siap bekerjasama dengan KPK untuk mengungkap perkara korupsi yang terjadi di Banyuasin, yang jelas KPK masih terus menganalisa dan mengkaji perkara ini,” ungkap Roy Riadi.

Sementara di dalam persidangan dengan agenda keterangan terdakwa. Kelima terdakwa yakni, Yan Anton, Umar Usman, Rustami, Sutaryo dan Kirman secara bersamaan dihadirkan di kursi pesakitan. Kemudian secara bergilir, JPU KPK mengajukan pertanyaan apakah keterangan kelima terdakwa tetap pada keterangan di dalam persidangan selama ini dan keterangan di BAP.

“Keterangan saudara selama sidang semuanya telah kita rekam. Apakah saudara tetap pada keterangan di persidangan dan di BAP,” tanya JPU KPK.Menjawab pertanyaan tersebut, kelima terdawa secara bergantian menjawab jika mereka tetap dengan keterangan yang telah diberikan baik di dalam persidangan maupun keterangan yang tertuang di BAP.

Baca Juga :   Herman Deru Terima Draft Usulan Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Lahat Tahun 2021

Lalu, JPU KPK kembali mengajukan pertanyaan, apakah para terdakwa telah mengajukan JC ke KPK untuk mendapatkan keringanan hukuman pidana? jika nanti JC tersebut disetujui apakah para terdakwa siap bekerjasama dengan KPK untuk mengungkap tersangka lainnya dalam perkara ini, termasuk mengungkap perkara korupsi lainnya di Banyuasin? “Coba jawab secara bergantian, satu persatu,” pinta JPU KPK.

Pertanyaan JPU KPK, dijawab pertama kali oleh terdakwa Yan Anton. Dikatakannya, sejak tertangkap dirinya dalam OTT KPK di rumah dinas bupati, ketika itulah ia menyampaikan kepada penyidik KPK jika dirinya akan kooperatif serta akan membuka semuanya terkait perkara yang menjeratnya.”Bahkan saya telah menyampaikan dan menunjukkan empat mobil dan sepeda motor milik saya ke KPK, yang semuanya kini telah disita. Dimana mobil dan sepeda motor itu semuanya saya beli menggunakan uang pemberian dari sejumlah SKPD di Banyuasin,” ujarnya.

Dilanjutkan Yan Anton, terkait JC yang telah diajukannya ke KPK, hal itu dilakukan karena dirinya bersedia bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap tersangka lain dan perkara korupsi lainnya di Banyuasin.”Untuk pertanyaan JPU KPK tentang JC yang saya ajukan, tentunya saya bersedia bekerjasama dengan KPK. Apalagi sejak awal saya telah menyampaikan ke penyidik KPK jika saya akan kooperatif,” tandasnya.

Sementara terdakwa Umar Usman tampak meneteskan air mata di persidangan. Dalam keterangannya ia mengaku sangat menyesal dan meminta maaf kepada para guru di Banyuasin.”Dalam perkara ini saya memang telah mengajukan JC dan saya bersedia bekerjasama dengan KPK untuk mengungkap perkara korupsi lainnya di Banyuasin. Bahkan jika nanti saya telah bebas dari penjara, saya akan memberikan informasi ke KPK terkait korupsi di Banyuasin. Sebab, korupsi tidak boleh terjadi. Kasihan generasi penerus mendatang jika korupsi dibiarkan terjadi di Banyuasin,” ujarnya.

Baca Juga :   Dua Tersangka Jambret Diringkus Polisi

Hal senada dikatakan terdakwa Sutaryo, jika ia menyatakan tetap pada keterangannya yang sebelumnya telah diberikannya di persidangan maupun di BAP.”Tahun 1999 lalu, pertama kali saya jadi PNS. Saat itu saya bertugas menjadi penjaga sekolah. Saya tidak menyangka jika saat ini saya terlibat dalam perkara korupsi, karena semua yang saya lakukan hanyalah menjalankan perintah atasan saya. Memang saat ini saya telah mengajukan JC ke KPK, saya berharap hukuman saya nanti ringan. Selain itu, saya juga bersedia bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap tersangka lainnya bahkan perkara korupsi lainnya di Banyuasin,”  jelasnya.

Sedangkan terdakwa Rustami dan Kirman juga mengungkapkan hal yang sama. Keduanya menyatakan bersedia bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap perkara korupsi lainya di Banyuasin.”Kami telah mengajukan JC ke KPK dan kami bersedia bekerjasama dengan KPK dan memberitahu semua hal yang kami ketahui terkait perkara OTT Banyuasin, serta perkara korupsi lainnya di Banyuasin,” ujar Rustami dan Kirman secara bergantian.

Setelah mendengarkan keterangan kelima terdakwa, kemudian Mejelis Hakim yang diketuai, Arifin SH MH dengan hakim anggota Paluko Hutagalung SH MH dan Haridi SH MH menutup persidangan dan akan kembali lagi menggelar persidangan pada tanggal 20 Maret 2017 mendatang dengan agenda tuntutan JPU KPK untuk kelima terdakwa. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

HD Sinkronkan Program Strategis Provinsi dengan Kabupaten/Kota

Palembang, KoranSN Untuk mempercepat jalannya pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dibutuhkan komitmen …