Kasus Pelecehan Dua Oknum Dosen, Rektor Unsri Ajak Semua Pihak Hormati Proses Hukum





foto/ferdinand/koransn

Palembang, KoranSN
Keseriusan pihak Unsri menyelesaikan polemik kasus pencabulan yang melibatkan dua oknum dosen di fakultas Fkib dan FE diwujudkan dengan langsung dibentuknya tiga tim terdiri dari Tim Etik, Tim Satgas Penanganan Kekerasan Seksual dan Tim Pencari Fakta (TPF).

Rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE, IPU mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berharap polemik yang terjadi bisa diselesaikan dengan cara adil.

“Mari kita hormati proses hukum ini dan Kita berdoa bersama agar polemik yang terjadi bisa diselesaikan dengan cara adil dan mari kita jaga nama baik Universitas Sriwijaya yang tidak hanya milik Unsri tapi milik kita semua,” pungkas H Anis Saggaff.

Hal ini terungkap saat jumpa pers yang dihadiri langsung rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE, IPU bersama semua wakil rektor dan para dekan Universitas Sriwijaya di gedung KPA Bukit Besar Plembang.

“Kasus pelecehan di universitas sriwijaya ini memang kita tangani dengan sangat hati hati karena ini menyangkut nama baik menyangkut lembaga itu sebabnya kami agak sedikit merespon bukan kita tidak menghormati media maupun masyarakat yang ingin tahu, tapi kita ingin tim yang sudah kita bentuk ini bekerja dulu dengan objektif sehingga mencerminkan kita ini lembaga pendidikan yang berbasis data yang benar,” ungkap Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE, IPU.

Baca Juga :   Minta Hujan, Ratusan Karyawan Pusri Shalat Istiqo

Disampaikannya bahwa Universitas sriwijaya telah menangani kasus ini dengan serius sejak informasi kasus ini sampai ke pimpinan unsri, pertama kita membentuk tim etik yang ketuanya saya minta Prof Dr Ir Zainudin Nawawi PHd yang saat ini menjabat sebagai wakil rektor bidang akademik, dengan anggota seluruh wakil rektor dan seluruh dekan, psikolog dari fakuktas kedokteran unsri.

“Hasil kerja tim etik sudah diputuskan tentang penetapan sanksi tegas kepada dosen fkip inisial A, ada empat hukuman: pemberhentian dari kepala laboratorium, penundaan kenaikan gaji berkala selama 4 tahun, penundaan kenaikan pangkat selama 4 tahun, dan penundaan sertifikasi dosen selama 4 tahun,”urainya.

Baca Juga :   Herman Deru dan Ribuan Warga Sumsel Bersepeda Dari Griya Agung ke BKB (Foto)

Sedangkan untuk kasus di fakultas ekonomi dosen inisial RG dilakukan pembebasan tugas sementara.

“Dosen inisial RG dilakukan pembebasan tugas sementara dari tugasnya sebagai dosen agar dapat fokus pada kasus yang menimpanya,” jelas H Anis Saggaff.

Untuk percepatan penyelesaian permasalahan saat ini pihak Unsri telah membentuk tim pencari fakta (TPF) yang diketuai Dr Febrian SH MH. Dan untuk mencegah kejadian agar tak terulang kembali, juga dibentuk Satgas Penanganan Kekerasan Seksual universitas sriwijaya yang diketuai Prof Dr Alfitri Msi yang saat ini menjabat dekan Fisip. (fer)





Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

174 Foto Terbaik Tampil Pada Pameran Foto Jurnalistik PFI Palembang

Palembang, KoranSN – Jejak peristiwa sepanjang tahun 2020-2021 terekam dalam mata kamera Jurnalistik Sumsel dihadirkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!