Kasus Pengrusakan Gereja di OI Tak Ada Latarbelakang Masalah Agama







‘AN’ koordinator pengrusakan menutupi wajah dengan jaket saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (19/3/2018) mengatakan, motif kasus pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir (OI) tidak ada latarbelakang masalah Agama.

Menurut Kapolda, pengrusakan tersebut dilakukan para tersangka lantaran oknum Kades berinsial ‘AS’ dan oknum kepala sekolah ‘AF’ iri dan tidak senang kepada Kades Mekar Sari.

“Jadi, tidak ada latarbelakang masalah kerukunan umat beragama. Dan kini oknum Kades berinsial ‘AS’ dan oknum kepala sekolah ‘AF’ telah kami tangkap dan diamankan di Polda Sumsel,” ujarnya.

Dijelaskannya, ditangkapnya ‘AS’ dan ‘AF’ bermula dari penangkapan tersangka pengrusakan Kapel Santo Zakaria yakni; ‘Y’ dan ‘F’, belum lama ini. Kemudian dilakukan pengembangan hingga pada hari Minggu kemarin (18/3/2018) ditangkap dua tersangka lainnya yakni, ‘WA’ dan ‘WT’ di Bangka.

“Dari pemeriksaan terhadap empat tersangka yakni, ‘Y’, ‘F’, ‘WA’ dan ‘WT’ (sudah ditangkap lebih dulu) maka penyidik kembali melakukan pengembangan hingga, Senin dini hari (19/3/2018) ditangkap ‘AN’ selaku koordinator para tersangka yang melakukan pengrusakan di Kapel Santo Zakaria. Nah, dari keterangan ‘AN’ inilah akhirnya kami menangkap oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’, yang keduanya merupakan otak pengrusakan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Jatuh dari Motor Jambret di Sako Dihajar Warga

Menurut Kapolda, berdasarkan keterangan ‘AN’ diketahui jika pengerusakan Kapel Santo Zakaria dilakukan ‘AN’ dan rekan-rekan setelah mendapat upah dari oknum Kades ‘AS’ dan oknum Kepala Sekolah ‘AF’.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, dalam kasus ini oknum Kades dan oknum Kepala Sekolah tersebut berserta tersangka ‘AN’, ‘Y’, ‘F’, ‘WA’ dan ‘WT’ dijerat pasal berlapis dan komulatif yakni, Pasal 170 KUHP dan juga pencurian, karena saat kejadian mesin pompa di lokasi kejadian hilang.
“Ancaman hukumannya 12 tahun kurungan penjara,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapel Santo Zakaria yang merupakan rumah ibadah umat Kristiani di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, Kamis dini hari (8/3/2018) dirusak orang tak dikenal. Usai kejadian pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap sejumlah tersangka terkait kasus pengrusakan tersebut.

“Empat tersangka pengrusakan Kapel atau Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir sudah kami tangkap. Keempat tersangka tersebut yakni; ‘Y’, ‘F’, ‘WT’ dan ‘WC’. Dari keempat tersangka ini, untuk tersangka ‘F’, ‘WT’ dan ‘WC’ ditangkap di Bangka, kini para tersangka masih dalam pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan guna menangkap pelaku lainnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Arison Hendra, Minggu (18/3/2018).

Baca Juga :   Mobil yang Dikendarai Suami Aniaya Istri di Musi Rawas Tabrak Tiang Listrik Lalu Terbalik

Sementara Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo mengutarakan, aksi para pelaku malakukan pengrusakan Gereja Santo Zakaria di Ogan Ilir tidak ada kaitan dengan agama maupun SARA, melainkan tindakan kejahatan murni kriminal.

“Dari pemeriksaan diketahui jika kejadian tersebut murni kriminal tidak ada unsur agama maupun SARA, dan kini kasusnya masih dikembangan,” tandasnya. (ded)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejagung Sebut Ferdy Sambo Tetap Ditahan di Mako Brimob

Jakarta, KoranSN Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Fadil Zumhana …

error: Content is protected !!