Kecanduan Narkoba, Picu Lakukan Kejahatan Curat dan Curas

Irjen Pol Agung Budi Maryoto. (foto-dok/dedy/koransn.com)

KAPOLDA Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan, para pelaku kejahatan Curat (pencurian dan pemberatan) dan Curas (pencurian disertai kekerasan) kebanyakan merupakan pecandu narkoba.

Hal itu dikatakan Kapolda terkait tertangkapnya empat tersangka dari delapan perampok di BRI Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI, yang dalam aksinya melakukan penyekapan terhadap scurity. Keempat tersangka tersebut yakni, Abi Mansyur (55), warga Lorong Kedukan II RT 12 RW 03 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II, Tamiri alias Ujang (52), warga Jalan Kasnariansyah RT 19 RW 06 Kecamatan IT I, Kobri Alam (39), warga Dusun III Desa Karang Anyar  Kecamatan Abab Kabupaten PALI dan Reo Revaldo (21), warga Betung Timur Kecamatan Abab, PALI.

Hasil tes urine yang dilakukan pihak kepolisian diketahui dua dari empat tersangka tersebut yakni, Kobri Alam dan Reo Revaldo positif narkoba.

“Empat tersangka ini merupakan kawanan perampokan bank yang sadis. Usai kita tangkap mereka kita lakukan tes narkoba, hasilnya  tersangka Kobri Alam dan Reo Revaldo positif pengguna narkoba. Untuk itulah, narkoba ini sangatlah berbahaya jika sudah menjadi pemakai selanjutnya kecanduan, lalu nagih. Karena tidak ada uang untuk membeli narkoba akhirnya menghalalkan segala cara untuk membeli narkoba, seperti yang dilakukan oleh tersangka Kobri dan Reo ini,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Terbukti Konsumsi Narkoba, 4 Oknum Polisi Dihukum Disiplin

Masih dikatakan Kapolda, keempat tersangka perampok Bank BRI yang ditangkap lantaran telah merampok bersama empat pelaku lainnya yang DPO di BRI Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI. Dimana dalam aksinya, para tersangka membongkar brankas yang berada di bank tersebut .

“Dalam beraksi para perampok ini membawa senjata api rakitan kemudian mereka menyekap lalu mengikat scurity di bank tersebut. Usai berhasil beraksi lalu para perampok membawa brankas meninggalkan lokasi. Namun ternyata, brankas yang mereka ambil bukan berisi uang melainkan dokumen yang tak penting,” jelas Kapolda saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel.

Masih dikatakan Kapolda, dari hasil olah TKP dan penyelidikan di TKP polisi akhirnya menangkap seorang tersangka. Kemudian dilakukan pengembangan sehingga tiga tersangka lainnya berhasil ditangkap. Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) KUHP yang ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

Lanjut Kapolda, dengan adanya kejadian perampokan di BRI tersebut maka ia meminta kepada semua pihak bank di Sumsel agar memasang CCTV di kantor masing-masing serta memasang CCTV disetiap mesin ATM dan fasilitas vital lainnya.

Baca Juga :   JPU Ajukan Nama-Nama ke Pimpinan KPK

“Sebab jika terjadi aksi kejahatan di bank maupun mesin ATM maka polisi dapat melakukan penyelidikan awal dengan melihat CCTV yang terpasang. Misalnya, melihat ciri-ciri pelaku serta pakaian yang dikenakan pelaku saat melancarkan aksi. Selain memasang CCTV, kita juga meminta agar pihak bank menempatkan scurity untuk melakukan pengaman baik siang hari maupun malam hari,” himbau Kapolda.

Sedangkan Wakil Pimpinan BRI Wilayah Sumsel, Sunar Hartono yang juga menghadiri gelar tersangka dan barang bukti mengutarakan, dengan terjadinya aksi perampokan di BRI PALI maka pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menempatkan anggota polisi dalam rangka membantu pengamanan yang selama ini telah dilakukan scurity bank. (dedy suhendra)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/1/2021) memanggil Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Finari …