Pemeriksaan Kasus Dana Hibah, Kajagung: Kalau Tak Hadir Artinya Fiktif



(Foto-Ferdinand /Koransn)
Haryono, Ketua Tim pemeriksaan Kejagung.- (Foto-Ferdinand /Koransn)

KETUA Tim Jaksa Penyidik Pidsus Kejagung RI Haryono menegaskan, 200 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas)  bila tidak menghadiri panggilan Kejagung RI untuk menjadi saksi dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi dana hibah Provinsi Sumsel Tahun 2013, artinya LSM dan Ormas tersebut fiktif.

Haryono menyatakan demikian, karena dari 400 lebih LSM dan Ormas yang telah dilayangkan surat pemanggilan untuk dilakukan pemeriksaan di Kejati Sumsel, sampai saat ini masih banyak yang tidak hadir.

“Dari 400 lebih hanya 200 LSM dan Ormas yang hadir, sisanya 200 tidak hadir. Padahal sebelumnya kita telah layangkan surat pemanggilan. Kita tunggu-tunggu sejak hari pertama pemeriksaan Selasa (26/7/2016) dan sampai hari ini (kemarin) mereka juga tak datang. Namun mereka masih tetap kita tunggu sampai hari Jumat nanti (5/8/2016). Jika masih tak datang artinya 200 LSM dan Ormas penerima hibah tersebut fiktif,” tegasnya.

Baca Juga :   KPK Sita Aset Rp 3 Miliar Kasus Cuci Uang Mustofa Kamal Pasa

Apabila fiktif, lanjut Haryono, maka Kejagung tentunya akan mengejarnya dengan pendalaman penyidikan. Hal ini dikarenakan, dalam surat pemanggilan yang telah dikirimkan Kejagung, semuanya tertera alamat tujuan yang jelas.

“Kalau alamatnya bener tapi ternyata di lokasi itu bukan tempat LSM dan Ormas tentunya ini fiktif kan? Karena misalkan jika alamatnya benar, surat tersebut pastinya sampai dan jika mereka tidak bisa hadir kan mereka akan memberikan keterangan. Namun ke 200 LSM dan Ormas ini semuanya tidak ada sama sekali keterangan ketidak hadiran. Meskipun demikian mereka masih kita tunggu sampai Jumat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :   Polda Selidiki Dugaan Penyulingan Minyak Ilegal PT Karimata Energi Perdana di Gandus

Lebih jauh Haryono mengungkapkan, jika dalam dugaan kasus ini baru dua tersangka yakni ‘LPLT’ dan ‘I’ yang telah ditetapkan  oleh Kejagung RI. Sedangkan untuk tersangka baru kini masih dipelajari oleh jaksa penyidik.

“Sementara ini kita masih fokus memeriksa saksi untuk dua tersangka yang sudah ditetapkan. Apabila dari hasil pemeriksan  nantinya ada yang mengarah keterlibatan tersangka baru kenapa nggak kita proses. Yang penting, saat ini kita kerja sesuai faktanya, sepanjang ditemukan fakta mengarah ke sana ya kenapa nggak diproses,” tutupnya. (ded)

Publisher : Alwin

Lihat Juga

Edhy Prabowo Ajukan Banding Terhadap Vonis 5 Tahun Penjara

Jakarta, KoranSN Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengajukan banding terhadap vonis 5 tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.