Kejati Sumsel Masih Tunggu Audit BPK RI Terkait Dugaan Kasus Korupsi PT PDPDE



Gedung Kejati Sumsel. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Kasi Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Hendri Yanto, Rabu (4/3/2020) mengatakan, dalam proses penyidikan dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) hingga kini pihaknya masih menunggu hasil audit kerugian negara yang dihitung oleh BPK RI pusat.

Menurutnya, untuk itulah saat ini pihaknya belum mengetahui pasti kapan audit kerugian negara tersebut selesai hingga hasilnya dikirimkan kepada pihaknya guna mengungkap dugaan pidana korupsi yang terjadi dalam perkara tersebut.

“Jadi untuk dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE, kami masih menunggu auditnya dari BPK RI Pusat. Oleh karena itu kita belum tahu kapan auditnya selesai, apalagi saat ini BPK RI Pusat juga sedang melakukan audit perkara Jiwasraya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Hendri Yanto, meskipun demikian proses penyidikan dugaan kasus tersebut hingga kini masih terus berjalan.

“Sebab perkara PT PDPDE ini kan sudah tahap penyidikan dan kita juga telah meminta BPK melakukan audit kerugian negaranya. Jadi, kita terus melakukan penyidikan dugaan kasus ini,” tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman. Dikatakannya jika hingga kini Kejati Sumsel masih menunggu hasil audit dari BPK.

“Kami masih menunggu hasil audit tersebut kalau untuk proses dan waktunya kapan audit selesai, kami belum tahun. Jadi kami masih menunggu hasil auditnya dulu,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan dugaan kasus ini sudah banyak saksi yang diperiksa oleh Kejati Sumsel. Para saksi tersebut, diantaranya saksi dari sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Sumsel, saksi dari pihak PT PDPDE serta saksi dari pihak swasta.

Baca Juga :   13 Kg Sabu dan 20 Ribu Butir Ekstasi Gagal Beredar di Palembang

Kasi Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel, Hendri Yanto sebelumnya mengungkapkan, adapun saksi dari Pemprov Sumsel yang sudah diperiksa oleh pihaknya, diantaranya; ‘AJ’ dan ‘NU’. Selain itu pihaknya pun telah memeriksa saksi dari mantan pejabat Pemprov Sumsel, yakni ‘MS’.

“Untuk ‘AJ’ dan ‘NU’ pemeriksaan keduanya sebagai saksi dilakukan, Kamis (12/12/2019). Sedangkan ‘MS’ diperiksa di hari sebelumnya yakni, Senin (9/12/2019). Para saksi ini diperiksa untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT PDPDE. Hal ini dikarenakan para saksi yang diperiksa tersebut merupakan pihak pengawas di perusahaan PT PDPDE,” ungkapnya kala itu.

Bukan hanya itu, dalam dugaan kasus ini, Senin (14/10/2019) Kejati Sumsel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang. Hal tersebut dikatakan Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu.

“Pemeriksaan Mudai Madang sebagai saksi merupakan pemeriksaan kedua kalinya lantaran sebelumnya yang bersangkutan sudah pernah diperiksa sebagai saksi,” ujarnya saat itu.

Dijelaskannya, jika dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

Baca Juga :   Polisi Periksa Penjemput Paksa Jenazah Terkonfirmasi Positif COVID-19

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya saat itu.

Sekedar mengingatkan, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Penyidik Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh Jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Hendri Yanto kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyidikan Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Pintu Masuk Ungkap Perkara Kredit Lainnya

Palembang, KoranSN Pengamat Hukum Sumsel, Dr Sri Sulastri SH MHum, Minggu (25/7/2021) mengatakan, kejahatan perbankan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.