Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Kejati Sumsel Periksa Aprian Joni Sebagai Saksi Dalam Dugaan Kasus Korupsi Jual Beli Gas PT PDPDE

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khidirman. (Foto-Dedy/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Aprian Joni yang merupakan salah satu pejabat Pemprov Sumsel, Kamis (12/12/2019) diperiksa Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Dalam pemeriksaan tersebut, Aprian Joni yang sebelumnya sempat mangkir atau tidak menghadiri panggilan Kejati Sumsel pada Selasa 3 Desember 2019 lalu, kemarin mulai diperiksa jaksa penyidik sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB.

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman mengatakan, saksi Aprian Joni menjalani pemeriksaan di ruang Jaksa Penyidik Pidana Khusus di lantai enam Gedung Kejati Sumsel.

“Jadi untuk hari Kamis ini, saksi Aprian Joni selaku pejabat di Pemprov telah menghadiri penggilan jaksa penyidik. Kedatangannya guna dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi jual beli gas di PT PDPDE,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, pemeriksaan Aprian Joni dilakukan Kejati Sumsel lantaran di dalam PT PDPDE yang merupakan perusahaan BUMD Pemprov Sumsel tersebut, Aprian Joni selaku pengawas.

“Karena saksi Aprian Joni yang merupakan saksi dari Pemrpov ini pihak pengawas di PT PDPDE, makanya Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan kepadanya,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam pemeriksaan tersebut jumlah saksi yang diperiksa oleh Jaksa Penyidik hanya satu orang, yakni Aprian Joni saja.

“Kalau untuk saksi lainnya dari Pemprov belum ada agenda dan jadwal pemeriksaannya. Nanti kalau sudah ada jadwalnya, barulah saksi-saksi yang lainnya akan dipanggil dan diperiksa,” tandasnya.

Sementara Kasi Penyidik Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto menambahkan, pemeriksaan Aprian Joni sebagai saksi dalam dugaan kasus korupsi di PT PDPDE tersebut dilakukan pihaknya sejak pukul 10.00 WIB.

“Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, pemeriksaan terhadap saksi tersebut selesai dilakukan. Sedangkan untuk pemeriksaan saksi yang lainnya sejauh ini belum kita jadwalkan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini, Rabu (11/12/2019) Direktur PT PDPDE Gas yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT PDPDE, Yasser Arafat diperiksa sebagai saksi selama dua jam oleh Jaksa Penyidik Kejati Sumsel.

Baca Juga :   Kecanduan Sabu 2 Remaja Ditangkap Menjambret

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman saat itu mengatakan, jaksa penyidik memeriksa Yasser Arafat lantaran dalam dugaan kasus ini PT PDPDE Gas merupakan perusahaan konsorsium hasil kerjasama antara PT PDPDE selaku BUMD Pemprov Sumsel dengan PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang.

“Dalam perkara ini kan PT PDPDE menjalin kerjasama dengan PT DKLN dalam jual beli gas. Nah, dari kerjasama inilah kedua perusahaan tersebut membentuk PT PDPDE Gas. Untuk itulah Kejati memeriksa Yasser Arafat selaku Direktur PT PDPDE Gas sebagai saksi,” paparnya.

Diungkapkannya, pemeriksaan saksi dilakukan dalam rangka mengumpulkan barang bukti guna menetapkan tersangkanya. Sebab sampai saat ini perkara yang sudah dalam tahap penyidikan tersebut belum ada tersangkanya.

“Makanya hingga kini jaksa penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Selain itu saat ini Kejati Sumsel juga masih menunggu audit kerugian negara yang kini masih dihitung oleh BPKP Perwakilan Sumsel,” ujarnya.

Bukan hanya Direktur PT PDPDE Gas Yasser Arafat saja yang diperiksa Kejati. Sebab dihari sebelumnya yakni, Selasa (10/12/2019) Kejati Sumsel juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari PT Talisman Energi.

“PT Talisman Energi ini merupakan perusahaan yang membeli gas dari PT PDPDE, untuk itu Jaksa Penyidik memeriksa keempat saksi dari perusahaan tesebut,” tegas Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman.

Sebelumnya Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto juga telah mengungkapkan, jika dari pemanggilan saksi yang dilakukan oleh Kejati Sumsel terdapat dua saksi yang tidak menghadiri panggilan untuk diperiksa dalam dugaan kasus ini.

Adapun saksi yang tidak hadir dalam pemanggilan tersebut yakni; ‘AJ’ dan ‘NU’. Kedua saksi ini tidak menghadiri panggilan sesuai jadwal yang sudah ditentukan jaksa penyidik, dimana untuk ‘AJ’ tidak menghadiri pemanggilan pada Selasa (3/12/2019). Sedangkan ‘NU’ tidak menghadiri panggilan Kejati Sumsel pada Kamis (5/12/2019).

“Adapun saksi yang tidak hadir untuk kami periksa yakni ‘AJ’ dan ‘NU’, keduanya selaku pejabat Pemprov Sumsel,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto saat itu.

Baca Juga :   Perampok Sadis di Halte Bus Km 7,5 Palembang Ditembak

Sekedar mengingatkan, dalam dugaan kasus ini, Senin (14/10/2019), Kejati Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap Mudai Madang sebagai saksi.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman kala itu mengatakan, pemeriksaan Mudai Madang merupakan pemeriksaan yang kedua kalinya dilakukan oleh jaksa penyidik, lantaran sebelumnya Muadi Madang sudah pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus ini.

Dijelaskannya, dugaan kasus ini terjadi bermula saat PT DKLN yang merupakan perusahaan milik Mudai Madang menjalin kerja sama dengan PT PDPDE terkait jual beli gas bumi. Dalam kerjasama tersebut, PT DKLN dan PT PDPDE membentuk perusahaan konsorsium yakni bernama PT PDPDE Gas.

“Perusahaan Konsorsium PT PDPDE Gas yang dibentuk inilah dijadikan sebagai perusahaan yang melakukan aktivitas jual beli gas bumi. Dimana dalam pelaksanaan jual beli gas tersebut, ternyata dilakukan tidak sesuai ketentuan sehingga PT PDPDE yang merupakan BUMD Pemprov Sumsel mengalami kerugian negara,” terangnya.

Untuk diketahui, pemeriksaan Mudai Madang yang pertama sebagai saksi dilakukan Jaksa Pidus Kejati Sumsel pada Jumat (5/4/2019). Ketika usai menjalani pemeriksaan saat itu Mudai Madang mengatakan, jika dirinya tidak diperiksa oleh jaksa Kejati Sumsel melainkan kedatangannya hanya untuk bersilaturahmi membahas turnamen bola voli.

“Saya tidak diperiksa, saya datang di Kejati hanya untuk ngobrol dan silaturahmi terkait rencana turnamen bola voli yang akan diadakan oleh mereka. Jadi, saya tidak diperiksa,” ungkap Mudai Madang saat itu sembari berjalan menuju mobil yang ditumpanginya.

Terpisah, Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel, Hendri Yanto ketika itu menegaskan, jika kedatangan Mudai Madang di Kejati Sumsel guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait dugaan kasus korupsi gas PT PDPDE.

“Mudai Madang kami periksa terkait dugaan kasus gas. Dari itu kami melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Sumsel kala itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

2 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Divonis 4 Tahun Penjara

Palembang, KoranSN Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha yang merupakan terdakwa dugaan korupsi proyek …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.