Kejati Sumsel Tangkap Buronan Terpidana Kasus Korupsi PT Pusri Palembang

Terpidana Deddy Zatta (memegang tas dan berpeci) saat digiring Tim Jaksa Kejati Sumsel dan Kejari Palembang untuk dibawa ke Rutan Pakjo Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Tim Kejati Sumsel dan Kejari Palembang menangkap Deddy Zatta (59), warga Jalan PHDM Kalidoni Palembang selaku Direktur CV Kuala Simpang, yang merupakan terpidana kasus korupsi pengadaan dua Sparepart Ea Solenoid Valve PT Pusri Palembang tahun 2007-2008.

Terpidana Deddy diringkus saat berada di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara, Kamis (5/12/2019).

Asintel Kejati Sumsel, Deddy Suwardy didampingi Kasi Penkum Khaidirman dan Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede, Jumat (6/12/2019) mengatakan, terpidana Deddy Zatta saat menjalani persidangan di tingkat Pengadilan Negeri Tipikor Palembang tahun 2011  divonis Majelis Hakim dengan hukuman pidana 1 tahun penjara.

Kemudian saat itu Deddy Zatta mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Sumsel, namun kala itu pidana penjara Deddy Zatta naik menjadi 2 tahun penjara hingga terpidana Deddy  melakukan langkah hukum ke Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga :   Diduga Stres, Pria Tewas Jatuh Dari Ampera

Namun saat ditingkat MA, pada tahun 2016 Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Sumsel, dimana Deddy Zatta tetap dijatuhkan hukum 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

“Usai keluarnya putusan MA tahun 2016 ini, terpidana Deddy Zatta kabur hingga ketika itu kami menerbitkan DPO untuk terpidana,” kata Asintel Kejati Sumsel, Deddy Suwardy saat menggelar konferensi pers terkait penangkapan terpidana Deddy Zatta di Kejati Sumsel.

Masih dikatakannya, selama menjadi buronan, pihaknya terus melakukan pencarian keberadaan terpidana hingga akhirnya diketahui keberadaan Deddy Zatta berada di Kabupaten Asahan Sumatera Utara.

“Setelah sekitar tiga tahun buron akhirnya kami mengetahui keberadaannya. Lalu tim menuju ke lokasi tempat terpidana berada dan melakukan pendekatan terhadap pihak keluarganya. Hingga akhirnya terpidana menyerahan diri di salah satu rumah makan siap saji yang berbeda di Kabupaten Asahan Sumatera Utara,” ungkapnya.

Baca Juga :   Raih Adipura ke 12, Walikota Palembang Berfoto Welfie dan Makan Nasi Bungkus Bareng Pasukan Kuning (FOTO)

Dilanjutkannya, dengan telah tertangkapnya terpidana maka langkah selanjutnya yang dilakukan pihaknya yakni menempatkan terpidana Deddy Zatta ke Rutan Pakjo Palembang untuk menjalani hukuman pidana yang berdasarkan keputusan MA yakni 2 tahun penjara.

“Dalam kasus ini terpidana merupakan tersangka yang terkahir. Sebab sebelumnya dua terdakawa dalam perkara ini, yakni Faizal Muaz selaku Manager Pengadaan PT Pusri dan

Hadianto Eko Putro selaku pihak yang mengadakan Sparepart Ea Solenoid Valve ditahun 2011 lalu sudah divonis hakim dan menjalani hukum pidana di penjara,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.