Kejati Sumsel Terus Dalami Kasus Lahan Negara Hilang di Lahat

Wakajati Sumsel, Hari Setiono dan jajaran saat menggelar pres release dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2019 di Kejati Sumsel. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Hingga kini Kejati Sumsel masih terus mendalami dugaan kasus lahan yang hilang di Kabupaten Lahat. Demikian diungkapkan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel, Hari Setiono SH MH, Senin (9/12/2019)

Dikatakannya, pendalaman dilakukan dengan penyelidikan untuk mengungkap dugaan pidana yang terjadi dalam dugaan kasus tersebut.

“Untuk dugaan kasus lahan yang hilang di Lahat ini kan mulanya
PT Bukit Pembangkit Innovative yang merupakan perusahaan negara membayar ganti rugi lahan. Namun ternyata lahan yang diganti rugi tersebut diterbitkan untuk hak orang lain, sehingga PT Bukit Pembangkit Innovative dalam hal ini negara kehilangan lahan tersebut,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk itulah dalam perkara tersebut dilakukan pendalaman penyelidikan.

“Penyelidikan masih didalami guna mengetahui apakah ada dugaan pidana korupsi dalam dugaan kasus tersebut, atau kah dugaan pidanannya dapat diproses hukum yang lainnya,” katanya.

Baca Juga :   2 Napi Lapas Merah Mata Palembang Kendalikan Peredaran Narkoba di Palembang

Lanjutnya, karena perkara tersebut masih dalam penyelidikan maka
pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci guna kepentingan penyelidikan.

“Sebab dalam proses penyelidikan tentunya ada strategi kami yang tidak bisa dibuka, tujuannya supaya proses penyelidikannya sukses,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tahun 2019 ini, dirinya juga mengungkapkan jika sejauh ini untuk kasus pidana korupsi yang ditangani Kejati Sumsel dalam proses penyelidikan berjumlah
4 perkara.

“Sedangkan Kejari se-Sumsel menangani kasus pidana korupsi ditahap penyelidikan sebanyak 12 perkara. Jadi jika ditotalkan untuk kasus ditahap penyelidikan saat ini jumlahnya ada 16 perkara yang masih diselediki,” ungkapnya.

Menurutnya, kemudian untuk perkara pidana korupsi di tahap penuntutan yang ditangani oleh Kejati Sumsel berjumlah 3 perkara, sementara untuk Kejari se-Sumsel ada 16 perkara.

Baca Juga :   Lagi, Pejabat Pemprov Sumsel Mangkir Panggilan Kejati Terkait Dugaan Korupsi PT PDPDE

“Dari semua jumlah penanganan perkara tersebut. Untuk kerugian negara yang diselamatkan Kejati Sumsel dalam tahap penyidikan dan penuntutan yakni Rp 14,4 miliar. Sedangkan kerugian negara yang diselamatkan oleh Kejari se-Sumsel yakni Rp 2,8 miliar. Apabila ditotalkan dengan denda dan uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa maka untuk secara kesluruhannya, kerugian negara yang berhasil diselamatkan oleh Kejati Sumsel dan Kejari se-Sumsel yakni Rp 23,3 miliar lebih,” paparnya.

Diketahui, dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tersebut juga digelar apel di Halaman Kejati Sumsel dan pembagian stiker Anti Korupsi kepada para pengguna jalan. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Macan Putih Gagalkan Transaksi Narkoba Lintas Daerah

Prabumulih, KoranSN Tim Macan Putih Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Prabumulih menggagalkan peredaran Narkoba. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.