Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Berat

Sutriono suami korban Sri Ekawati. (Foto-Dedy/Koransn.com)
Sutriono suami korban Sri Ekawati. (Foto-Dedy/Koransn.com)

SUTRIONO (52), suami korban Sri Ekawati meminta pihak kepolisian agar segera menangkap dan menjatuhkan hukuman yang berat dan tegas kepada pelaku yang telah membunuh korban.

“Kami minta pelakunya ditangkap, ditindak tegas dan dijatuhkan hukuman seberat-beratnya. Sebab setelah saya melihat jenazah korban di rumah sakit untuk di visum, di tubuh istri saya ada luka tusukan senjata tajam, bahkan di leher isteri saya  terdapat luka cekikan dan jeratan tali,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang.

Masih dikatakan Sutriono, awalnya dirinya tak menduga jika korban yang ditemukan tewas di kawasan Jakabaring merupakan isterinya. Dirinya yakin korban adalah isterinya, setelah ia dan putranya Yogi (19) melihat jenazah korban saat masih berada di RSMH Palembang sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

“Saat itu saya sedang bekerja di Dinas Pariwisata Kota Palembang karena saya PNS di sana. Tiba-tiba putra saya Yogi  yang bekerja sebagai honorer di Pemkot Palembang sekitar pukul 10.00 WIB menelpon saya dari tempat kerjanya. Dia memberitahu saya jika di media sosial beredar foto janazah seorang perempuan yang ditemukan di kawasan Jakabaring, dimana ciri-ciri dan kaos yang dikenakan mirip dengan isteri saya. Lalu, kami mengecek ke Polsek SU I, dari sana polisi membawa kami ke RSMH, saat itulah kami melihat langsung jenazah korban tersebut dan ternyata itu memang isteri saya,” ujarnya.

Baca Juga :   Pembunuhan Edwar Limba Diduga Murni Perampokan

Diungkapkannya, jika ia dan korban sudah hampir satu tahun pisah rumah dengan korban karena ada masalah pribadi. Selama berpisah, dirinya bersama tiga anaknya tinggal di rumahnya yang berada di Jalan Robani Kadir Lorong Simpang Pipa Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju. Sementara korban tinggal di rumah mertuanya  atau orangtuan korban di Jalan Sentosa Plaju.

“Meskipun pisah rumah, korban selalu menelpon menanyakan keadaan anak-anak, bahkan kami tak pernah bertengkar dan tidak ada masalah, semuanya baik-baik saja seperti bisanya. Begitu juga dengan teman-temannya, setahu saya korban tak memiliki masalah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Silent Operation, Polres Lahat Ungkap Kasus Ladang Ganja 1 Hektare

Lebih jauh dikatakannya, sebelum korban meninggal dunia memang satu bulan yang lalu dirinya mendapat firasat dengan patahnya gigi geraham atas. Bahkan malam kejadian tubuhnya merasa kedinginan seperti sedang sakit.

“Padahal, malam itu saya tidak sakit tapi tubuh ini kedinginan seperti demam. Ternyata hal itu merupakan firasat jika isteri saya meninggal dunia,” ujarnya.

Disinggung apakah isterinya kerap mengendarai sepeda motor atau korban tewas diduga menjadi korban begal? Dikatakannya, jika selama ini isterinya tidak pernah mengendarai sepeda motor.

“Isteri saya itu jualan di kantin yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Selama ini korban tak pernah membawa sepeda motor, sebab korban selalu naik angkot,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Benih Lobster Jadi “Tsunami” Politik Prabowo dan Jokowi

Jakarta, KoranSN Sepulang dari perjalanan dinasnya di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, Menteri Kelautan dan Perikanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.