Keluarga Korban Pembunuhan di Pink Cafe: Nyawa Dibayar Nyawa

Tampak, tersangka Polta Jaya (34) memperagakan adegan menikam korban dengan pisau. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Keluarga dari korban Haiman (35), yang tewas dibunuh di Pink Cafe Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, Kamis (22/11/2019) meminta agar tersangka Polta Jaya (34) dihukum mati.

Demikian dikatakan Nelda (41), ayuk ipar korban usai rekonstruksi kasus pembunuhan korban digelar pihak kepolisian Subdit III Jatanras Polda Sumsel di
di lokasi kejadian yakni di Pink Cafe.

Nelda mengatakan, hukuman yang berat untuk tersangka diharapkan oleh pihak keluarga korban.

“Jadi kami minta pelaku pembunuhan adik saya ini dihukum mati, dihukum berat dan nyawa dibayar nyawa,” ujarnya berlinangan air mata.

Menurut Nelda, semasa hidup almarhum sangat pendiam dan tidak pernah berulah.

“Korban memiliki satu anak yang usainya masih kecil. Kesehariannya almarhum bekerja sebagai pemasang instalasi listrik,” tandasnya.

Sedangkan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yudhi Suhariyadi mengatakan, rekonstruksi tersebut digelar dalam rangka persiapan berkas perkara tersangka yang akan dilimpahkan pihaknya ke jaksa penuntut umum.

“Ada 17 adegan dalam rekonstruksi ini. Sementara untuk motif kasus pembunuhan ini karena antara korban dan tersangka terjadi salah pahan hingga keduanya tersinggung lalu tersangka Polta menikam korban dengan pisau. Dalam kasus ini korban tewas dengan tiga luka tusukan senjata tajam milik tersangka,” ungkap Yudhi.

Sementara pantauan di lapangan, dalam rekonstruksi tersebut tampak tersangka memperagakan setiap adegan saat pembunuhan korban terjadi. Dimana awalnya tersangka mendatangi Pink Cafe dengan kondisi mabuk, saat berada di dalam cafe kemudian tersangka naik ke atas panggung untuk bernyanyi.

Baca Juga :   Pasal Petasan Adrian Tewas Bersimbah Darah

Seusai bernyanyi, kemudian tersangka turun dari panggung lalu joget mengiringi musik di dekat speaker. Ketika joget tersebutlah tersangka melihat ke arah korban yang diwaktu bersamaan korban Haiman juga sedang joget di hall.

“Saya tidak kenal dengan korban, baru saat itulah kami bertemu. Disaat saya melihat ke arah korban, ternyata korban tidak senang bahkan korban menatap saya dengan sinis. Setelah itu korban mendekati saya sembari memegang botol minuman,” kata tersangka Polta saat mempergakan adegan awal mula pembunuhan korban dilakukannya.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Polta pun memperagakan saat korban yang mendekatinya langsung merangkul tubuhnya, lalu korban membisikan perkataan ke telinganya.

“Karena musik di cafe kencang hingga saya tidak terdengar apa kata-kata yang dibisikan oleh korban. Setelah itu korban melepaskan tangannya yang merangkul saya, ketika itulah tiba-tiba korban mengayunkan botol minuman yang di pegangnya hendak memukul kepala saya,” ungkap tersangka Polta disela-sela adegan rekonstruksi.

Terlihat dalam adegan rekonstruksi, disaat korban hendak memukulkan botol tersebut, tersangka Polta langsung mendorong tubuh korban hingga membuat korban terjatuh terkelungkup ke lantai.

Baca Juga :   Kedapatan Bawa Senpira Warga Gunung Raja Dibekuk

“Saat itulah saya mencabut pisau di pinggang dan langsung menikam tubuh belakang korban sebanyak dua kali. Usai menikam, lalu korban yang saat itu jatuh saya angkat kemudian korban saya tarik ke luar cafe. Ketika berada di luar cafe, tubuh korban saya dorong dari belakang, setelah itu punggungnya kembali saya tikam dengan pisau sebanyak satu kali,” jelas tersangka.

Usai ditikam oleh tersangka Polta tampak pada adegan rekonstruksi, korban terjatuh lalu tewas di luar cafe. Melihat korban jatuh terkapar bersimbah darah kemudian tersangka kabur dari lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor.

Diberitakan sebelumnya, setelah menjadi buronan sejak tahun 2017 lalu, Polta Jaya yang merupakan tersangka pembunuhan korban Haiman, Minggu (7/10/2018) ditangkap pihak kepolisian Jatanras Polda Sumsel. Tersangka diringkus saat sedang berada di kawasan Eks Lokalisasi Teratai Putih atau Kampung Baru di Kecamatan Sukarami Palembang. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Pastikan Kembangkan Perkara Nurhadi ke Arah Dugaan TPPU

Jakarta, KoranSN Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango memastikan lembaganya bakal mengembangkan perkara …