Kemarau, 3 Kasus DBD Muncul di PALI









pasien DBD
PALI, SN

Di saat puncak musim kemarau dan asap mengepung sebagian wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ditemukan tiga kasus Demam Berdarah Dengue (DB). Padahal, kasus DBD kerap ditemukan ketika musim hujan.

Saat ini tiga pasien tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi, Pendopo, PALI. Tiga pasien tersebut, yakni Nova (9) warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Anugrah Refki (5) warga Talang Subur dan Kuncoro Negara (9 bulan) warga Talang Ubi.

“Sudah lima hari anak aku demam, namun baru dirawat di rumah sakit ini baru dua hari dan aku terkejut saat dokter menyebut anak aku terkena DBD,” terang Dewi (40) orang tua salah seorang penderita DBD kepada SN, Senin (14/9).

Diakui Dewi, di musim kering ini di rumahnya masih banyak nyamuk pada siang hari dan  meminta pada dinas terkait untuk melakukan fogging.

Baca Juga :   Bangun Desa dengan Kreatif, Tim Inovasi Muba Raih Juara Tingkat Nasional

“Memang sekarang musim kemarau namun nyamuk di rumah pada siang hari cukup banyak, mungkin itu penyebab anak aku kena DBD, aku meminta kepada dinas terkait untuk lakukan fogging agar nyamuk bisa habis,” ujar ibu satu anak ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI dr Eni Zatila, MKm langsung mengambil tindakan cepat agar kasus DBD tidak menular.

“Saat ini sudah kami terima laporan dari masyarakat untuk dilakukan fogging, dan langsung sudah di koordinasikan dengan Puskesmas Talang Ubi untuk dilakukan fogging secepatnya,” terang dr Eni dihubungi via telepon.

Menurut dia, terkangkitnya DBD pada warga disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Bisa saja terjadi di musim kemarau seperti ini. Jika warga sendiri tidak menyadari bagaimana pola hidup sehat. Seperti melakukan 3M (Menguras, Menutup tempat penampungan air, serta Mengubur barang bekas). Minimal dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali ditambah dengan menabur bubuk abate pada bak penampungan air, yang menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti,” sambung dr Eni.

Baca Juga :   Warga PALI Diserang Lalat

Diakui Eni, masyarakat di PALI sendiri terkadang kurang menyadari dalam menjaga lingkungan mereka.    “Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, tapi jentik-jentiknya kan berada pada penampungan air. Dari hal inilah perlunya kebersihan lingkungan sekitar. Masyarakat cenderung kurang sadar akan melakukan pola hidup bersih dalam lingkungannya. Padahal jika sekeliling rumah mereka bersih, sudah pasti bisa mencegah menyebarnya penyakit DBD,” tambah mantan direktur RSUD Talang Ubi ini. (ans)











Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

550 Paket Sedekah ASN OKI untuk Kaum Dhuafa

Kayuagung, KoranSN Sebanyak 550 paket bahan pokok hasil dari pengumpulan sedekah ASN di Kabupaten OKI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!