Kemarau, 8 Pompa PDAM Rusak

Ilustrasi (Foto-net)
Ilustrasi (Foto-net)

Palembang, SN

Dampak kemarau yang terjadi di Kota Palembang, berakibat fatal bagi pompa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang. Pasalnya, akibat kemarau 8 pompa PDAM rusak sehingga harus diperbaiki.

“Delapan pompa itu yakni tiga unit berada di Intake Karang Anyar, satu unit di IPA (Instalasi Pengolahan Air) Karang Anyar, satu unit booster Punti Kayu, dan tiga lainnya di kawasan Seberang Ulu,” kata Direktur Teknik (Dirtek), Ir Stephanus, Selasa (6/10).

Dijelaskannya, untuk perbaikan pompa tersebut PDAM terpaksa mengeluarkan dana sekitar ratusan juta mengingat biaya perbaikan untuk 1 pompa yakni Rp 100 juta sampai Rp 200 juta dan waktu yang dibutuhkan sekitar 1 minggu. Selain itu, kemarau yang terjadi hampir beberapa bulan ini membuat kondisi Sungai Musi mencapai pada titik krisisnya, padahal Sungai Musi merupakan sumber bahan baku PDAM Tirta Musi.

Baca Juga :   Devi S, Devi T dan Iwan Duta Layanan BSB

“Ya, otomatis berpengaruh pada distribusi kepada pelanggan kami,” jelasnya.

Kerusakan pompa ini juga, sambung Stephanus, selain diakibatkan rendahnya level air Sungai Musi juga disebabkan pemadaman dan tegangan listrik yang rendah dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Padahal sistem PDAM seluruhnya dipengaruhi listrik karena menggunakan energi listrik.

“Jika tegangan dibawah 380 volt maka pompa kami tidak bisa bekerja, jika dipaksakan maka motor dari pompa tersebut akan terbakar,” terangnya.

Selain itu, tambah Stephanus, pihaknya juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh PLN terkadang pemadaman listrik yang dilakukan PLN tidak secara resmi melalui pemberitahuan terlebih dahulu. Padahal jika dilihat dari kontrak pemadaman listrik maksimum 7 kali dalam sebulan dengan jangka waktu mulai pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Baca Juga :   Korem 044/Gapo Tingkatkan Kecakapan Menembak Prajurit

“Jika pemadaman listrik dilakukan secara mendadak otomatis kami tidak bisa memberitahukan kepada pelanggan kami, seperti contoh pemadaman yang terjadi di Intake Ogan. Pemadaman ini dilakukan PLN secara mendadak tanpa memberitahu kami lagi, sehingga distribusi untuk pelanggan disana terganggu,” ujarnya.

karena itu, dirinya berharap agar PLN memberitahukan terlebih dahulu jika ingin melakukan pemadaman listrik, serta jika memang tidak terlalu mendesak maka sebaiknya jangan dilakukan pemadaman. “Kami juga berharap kondisi kemarau saat ini dapat segera berakhir sehingga distribusi air kepada pelanggan dapat kembali normal,” tandasnya. (wik)



Publisher : awik obsesi

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Kampanyekan Pembangunan Zona Integritas

Palembang, KoranSN Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Sumsel, Rahmi Widhiyanti yang mewakili Kakanwil Kemenkumham Sumsel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!