Kembali, Opat Diperiksa Polda Sumsel





opat-saat-mengikuti-pemeriksaan-di-polda-sumsel-beberapa-waktu-lalu
DIPERIKSA-Opat saat diperiksa sebagai saksi di Polda Sumsel,beberapa waktu yang lalu.FOTO-DOC/FERDINAND/KORANSN.

Palembang,KoranSN
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TM Silitonga, Senin (7/11/2016) mengatakan, penyidik Unit II Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel kembali memeriksa Syofwatillah Mohzaib yang akrab disapa Opat untuk menjadi saksi dalam dugaan kasus penggelapan uang sekitar Rp 2 miliar.

Menurut Daniel, pemeriksaan Opat bukanlah pemeriksaan yang pertama, karena sebelumnya Opat juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan kasus penggelapan uang tersebut.”Hari ini (kemarin) saudara Opat hadir dalam pemeriksaan. Tentunya, kita sangat menghargai kegentleman Opat yang telah datang mengahadiri pemeriksaan dengan meninggalkan jadawal sidang paripurnanya selaku anggota DPR RI,” katanya.

Dilanjutkan Daniel, dengan telah diperiksanya Opat maka selanjutnya penyidik akan melakukan langkah yakni, mencocokan keterangan Opat dengan semua saksi-saksi yang telah diperiksa dalam dugaan kasus ini.”Jadi, kita akan cocokan keterangan Opat dengan keterangan saksi lainnya. Setelah itu, barulah kita melakukan rapat untuk melakukan evaulasi. Dalam dugaan kasus ini, kita belum menetapkan tersangkanya. Sebab, dalam proses penyelidikan dugaan kasus ini kita lakukan dengan teliti,” tutupnya.

Sementara Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Faisol Majid mengungkapkan, dalam dugaan kasus ini pihaknya yang melakukan pemeriksaan Opat sebagai saksi.”Dalam pemeriksaan, Opat telah hadir dan telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi sejak pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Ada 16 pertanyaan yang diajukan penyidik saat memeriksa Opat,” tutupnya.

Diketahui, dalam dugaan kasus ini sebelumnya, Kamis 15 Sepetember 2016 Opat diperiksa penyidik Unit II Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel untuk pertama kalinya. Ketika itu Opat diperiksa penyidik sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.15 WIB, dalam pemeriksaan tersebut sebanyak 37 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Opat.

Baca Juga :   Vendor Day Pertamina RU III, Apresiasi Budaya Keselamatan Kerja

Usai menjalani pemeriksaan yang pertama tersebut, Opat enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan yang telah dijalaninya. Namun, Opat mengaku kehadirannya di Polda Sumsel diperiksa hanya sebagai saksi.”Sebagai warga negara yang baik, kalau dipanggil oleh polisi, Polda Sumsel ini. Ya, saya penuhi panggilan. Jadi, saya dipanggil sebagai saksi. Sedangkan untuk selanjutannya Lawyer (kuasa hukum) kami yang akan menyampaikannya,” ucap Opat ketika itu.

Sedangkan Sofuan Yusliansyah Kuasa Hukum Opat mengatakan, Opat akan terus kooperatif sepanjang penyidik membutuhkan keterangan dari Opat.”Jadi sebagai warga yang baik tentunya kita akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kalau dibutuhkan. Dimana saat menjalani pemeriksaan, Opat diajukan pertanyaan seputaran dan berkaitan dengan itu,” ungkapnya.

Disinggung apakan Opat terkait dalam dugaan kasus penggelapan uang Rp 2 miliar yang telah ditudingkan kepada Opat? Dikatakan Sofuan Yusliansyah, jika untuk hal itu dirinya no comment.”Kalau itu saya no comment, tapi Insya Allah statusnya nanti tidak akan menjadi tersangka,” tutup kuasa hukum Opat saat itu.Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TM Silitonga juga telah mengungkapkan, jika pemeriksaan saksi terhadap Opat dilakukan setelah Polda Sumsel melalui Mabes Polri meminta izin terlebih dahulu kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Ini dilakukan karena Opat merupakan anggota DPR RI jadi kalau mau diperiksa, kita harus ada surat izin Presiden dulu. Dikarenakan surat izin dari Presiden telah kita terima maka kita tindaklanjuti dengan melayangkan surat pemanggilan Opat,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga :   Bupati Muara Enim Nonaktif Juarsah Dijebloskan KPK ke Rutan Pakjo

Masih Diungkapkan Daniel, pemeriksaan terhadap Opat dilakukan Polda Sumsel juga berdasarkan gelar perkara yang telah dilakukan di Mabes Polri. “Karena yang bersangkutan merupakan anggota DPR RI makanya kita berkoordinasi dan melakukan gelar perkaranya dengan Mabes Polri. Dari hasil gelar perkara bersama inilah terjadi kesepakatan jika penyidik memerlukan keterangan dari Opat sebagai saksi,” terangnya.

Sedangkan untuk penyelidikan dugaan kasus ini, lanjut Daniel, dilakukan Polda Sumsel berdasarkan laporan salahsatu perusahaan perkebunan yang laporannya diterima Polda Sumsel pada tahun 2013 lalu. Dimana perusahaan tersebut melaporkan jika telah memberikan uang Rp 2 miliar untuk mengurus izin HGU. Tapi ternyata izin HGU itu tidak diurus karena diduga uangnya telah digelapkan.

“Jadi laporannya memang sejak tahun 2013 lalu, yang terlapornya adalah Opat. Mengapa yang bersangkutan baru sakarang diperiksa, ini dikarenakan proses penyelidikannya memakan waktu, seperti gelar perkara di Mabes Polri serta pemeriksaan saksi-saksi,” ungkap Daniel waktu. (ded)

Publisher : Alwin

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Terus Diusut Kejati

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi ekspor pupuk non …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.