Kemendikbudristek: PTM Dihentikan Jika Ditemukan Kasus COVID-19



Tangkapan layar Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR yang dipantau di Jakarta, Rabu (19/1/2022). (Foto/Antara)

Jakarta, KoranSN

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan sementara jika ditemukan klaster penularan COVID-19.

“Berdasarkan SKB empat menteri, PTM terbatas dihentikan sementara jika sekurang-kurangnya 14 kali 24 jam apabila terjadi klaster penularan COVID-19 di satuan pendidikan tersebut, lalu angka ‘positivity rate’ di atas lima persen, dan warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi kasus hitam di atas lima persen,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR yang dipantau di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga :   Kementan Mulai Produksi Vaksin PMK

Jika setelah dilakukan surveilans dengan hasil bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka “positivity rate” di bawah lima persen, maka PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi COVID-19. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Presiden: Indonesia Terus Mendukung Upaya Pemulihan Pascapandemi

Jakarta, KoranSN Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa Indonesia akan terus mendukung upaya pemulihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.