Kemenkumham Sumsel: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Sudirman D Hury. (foto-ferdinand/dok/koransn.com)

KEPALA Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury, Senin (17/4/2017) mengungkapkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Rudi Eka Saputra (34), narapidana (Napi) yang tewas usai gantung diri di kamar mandi sel tahanan No 9 Blok A Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Merah Mata Palembang.

Menurut Sudirman, hal tersebut diketahui setelah pihak kepolisian bersama pihaknya melakukan olah TKP dan memeriksa jenazah Rudi Eka Saputra.

“Sama sekali tidak ada tanda-tanda kekerasan. Rudi Eka Saputra ini merupakan Napi kasus narkoba yang dijerat Pasal 114 ayat (2) UU 35 Thn 2009. Rudi divonis pidana 12 tahun kurungan penjara subsider 3 kurungan dan hingga kini Rudi baru menjalani hukuman sekitar 2 tahun 6 bulan. Jadi, Rudi ini baru bebas pada 6 November 2026 mendatang. Sebelum ditempatkan di Lapas Kelas I Merah Mata, awalnya Rudi ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Pakjo Palembang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Diceritakan Sudirman, adapun kronologis tewasnya Rudi bermula pada pukul 9.30 WIB, Rudi masuk ke kamar mandi di sel tahanan yang dihuni oleh Rudi. Dimana saat itu pintu kamar mandi ditutup dari dalam, setelah lebih dari setengah jam Rudi belum juga keluar dari dalam kamar mandi.

Baca Juga :   Bus Vs Motor, Satu Tewas

“Kemudian rekannya sesama Napi mengetok-ngetok pintu kamar mandi sambil memanggil, namun tidak ada jawaban dari Rudi. Oleh karena itu teman Rudi sesama Napi membuka paksa pintu kamar mandi, disaat pintu tersebut terbuka ternyata Rudi sudah dalam keadaan tertunduk dengan leher tergantung kain sarung pada tiang plafon kamar mandi,” ujarnya.

Masih dikatakan Sudirman, dikarenakan saat itu tubuh Rudi masih ada gerakan hingga membuat Napi lainnya yang sekamar dengan Rudi langsung menurunkan tubuh Rudi yang tergantung di tiang plafon kamar mandi.

“Setelah diturunkan lalu Rudi segera dibawa ke poliklinik yang berada di dalam lapas. Tapi, setibanya di poliklinik dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter lapas, ternyata Rudi sudah meninggal dunia,” ungkap Sudirman.

Usai kejadian, lanjut Sudirman, pihak lapas langsung melaporkan ke pihak kepolisian Polsek Sako yang selanjutnya polisi datang ke lapas melakukan olah TKP. Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, jenazah Rudi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk divisum. Hal ini dikarenakan pihak keluarga dari Almarhum tidak menghendaki adanya otopsi terhadap jenazah Rudi.

Baca Juga :   Mobil Travel Terjun Bebas ke Parit di Jakabaring

“Sebab, setelah kejadian tersebut kita langsung menghubungi keluarga Rudi di Lubuk Linggau, dimana pihak keluarga meminta agar jenazah Rudi tidak di otopsi. Kemudian  pihak keluarga meminta agar jenazah Rudi diantarkan ke Lubuk Linggau,” terang Sudirman.

Lebih jauh dikatakan Sudirman, jumlah Napi di Lapas Kelas I Merah Mata Palembang saat ini memang over kapasitas, dimana jumlah keseluruhan Napi yakni sekitar 1.500 lebih.

“Karena jumlahnya over kapasitas makanya setiap satu sel tahanan yang normalnya dihuni 11 orang Napi kini menjadi 23 sampai 24 orang Napi. Untuk itu saat ini kita sedang berupaya mendata seluruh Unit Pelaksana Teknis Lapas se-Sumsel, untuk mengetahui apakah bisa jumlah Napi yang over kapasitas ini dipindahkan ke Lapas atau Rutan lainnya,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Ingatkan Putra Rhoma Irama Hadiri Panggilan Penyidik

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Romy Syahrial, putra pedangdut Rhoma Irama, menghadiri panggilan …