Kemenperin Upayakan RI Jadi Episentrum Industri Pengolahan Kakao Dunia



Pekerja menjemur biji kakao yang sudah difermentasi di Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya, Desa Nusasari, Jembrana, Bali, Jumat (26/8/2022). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Kementerian Perindustrian berupaya menjadikan RI sebagai episentrum atau pusat industri pengolahan kakao dunia lantaran Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia, dengan total produksi sekitar 700 ribu ton per tahun.
“Saat ini, terdapat 11 perusahaan pengolahan kakao di Indonesia, yang total nilai ekspornya tercatat mencapai 1,12 miliar dolar AS pada tahun 2022, atau menduduki posisi negara pengekspor keempat di dunia. Industri ini juga berperan mendukung hilirisasi yang meningkatkan nilai tambah kakao dalam negeri,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Edy Sutopo di Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Untuk menjadi episentrum dunia di sektor kakao dan olahannya, Kemenperin akan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dari hulu sampai hilir.
Baca Juga :   XL AXIATA Raih Penghargaan Internasional ACES
“Kita unggul di produk intermediate, yang meliputi cocoa pasta/liquor, cocoa cake, cocoa butter dan cocoa powder. Pangsa pasar produk kita ini mencapai 9,17 persen dari kebutuhan dunia,” sebutnya.HALAMAN SELANJUTNYA>>


Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Menteri ATR/BPN AHY: Kekuatan Utama Pembangunan IKN Ada di Investasi

Jakarta, KoranSN Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!