Kenali Pneumonia pada Anak Sejak Dini

penyebab-anak-skait-kepalaAntibiotik telah terbukti menyembuhkan banyak penyakit infeksi, salah satunya adalah pada penderita pneumonia. Pneumonia adalah radang pada parenkim paru, sebuah infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Adanya infeksi tersebut menimbulkan keluhan, demam yang disertai batuk, dan sesak napas. Batuk biasanya produktif dengan perubahan warna dahak yang biasanya putih menjadi kuning hingga kehijauan.

“Pneumonia pada anak biasanya lebih berat, dan biasanya dikatakan sebagai kematian yang tidak bisa diprediksi,” kata dr. M.Arifin Nawas, Pulmonologist dan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), yang ditemui dalam acara Pfizer Journalist Class kepada VIVA.co.id, Kamis (25/1/2016).

Baca Juga :   Air Rebusan Ubi Mampu Turunkan Berat Badan

Arifin menjelaskan, alasan pneumonia pada anak dikatakan sebagai kematian yang tidak diprediksi, karena lebih berat kasusnya dibanding pneumonia pada orang dewasa.

Gejala yang muncul adalah peningkatan frekuensi napas, biasanya lebih dari 40, dan di atas 80 harus curiga bahwa anak terkena pneumonia. Apalagi, jika disertai demam, batuk, sesak napas.

“Kalau sampai terlambat menyadari dan memberikan pengobatan akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan, karena pengobatan pneumonia adalah antibiotik. Semakin cepat diberikan antibiotik, semakin baik prognosis pasien (pasien bisa sembuh),” ujarnya.

Pengobatan pneumonia paling cepat 5-7 hari, tapi kadang bisa lebih lama, tergantung pada ada atau tidaknya komplikasi pada pneumonia. Sementara untuk pencegahan penumonia pada anak, Arifin mengatakan, saat ini telah ada vaksin yang bisa mencegah pneumonia.

Baca Juga :   Lima Makanan Sehat untuk Alat Vital Pria

“Sudah ada vaksinasi terhadap pneumonia, pencegahan kedua yang bisa dilakukan adalah kalau anak terkena ISPA segera obati, karena awal dari pneumonia adalah ISPA,” ungkapnya. (Viva/net)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Dokter Paru: Pasien Sembuh COVID-19 Berisiko Alami Fibrosis

Jakarta, KoranSN – Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menduga pasien COVID-19 yang telah sembuh dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.