Kerugian Negara Dugaan Korupsi BUMD Pemprov Sumsel Sangat Besar dan Libatkan Banyak Pihak





Pengamat Hukum dari Universitas Sriwijaya (Unsri) yang juga Tokoh Masyarakat Sumsel Dr H Ruben Achmad SH MH. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pengamat Hukum Sumsel dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr H Ruben Achmad SH MH mengatakan, dalam dugaan kasus korupsi penyalahgunaan kewenangan kerjasama pengangkutan batu bara oleh salah satu BUMD milik Pemprov Sumsel untuk kerugian negaranya sangat besar, dan melibatkan banyak pihak.

Dikatakan Dr H Ruben Achmad SH MH, hal tersebut dikarenakan penyidikan dugaan kasus tersebut langsung dilakukan oleh KPK.

Baca Juga :   Ungkap Tersangka di BNI, Penyidik Periksa Saksi Ahli dari OJK Jakarta

“Jadi jumlah kerugian negara yang terjadi dalam perkara tersebut nilainya sangat besar, dan melibatkan banyak pihak. Makanya KPK yang turun langsung melakukan penyidikan,” ungkap Dr H Ruben Achmad SH MH.

Masih dikatakannya, dalam dugaan kasus tersebut untuk pihak-pihak yang turut serta juga wajib dimintai pertanggungjawaban pidana.

“Pihak yang turut serta dalam dugaan kasus tersebut wajib dimintai pertanggungjawaban pidana,” tegasnya.

Dilanjutkannya, sedangkan terkait penetapan tersangka tentunya Penyidik KPK sudah mendapati bukti permulaan yang cukup.

“Kalau sudah ditemukan bukti pemulaan yang cukup barulah Penyidik menetapkan tersangkanya,” tandasnya.

Baca Juga :   Kasus Bus Sriwijaya Masuk Jurang Tewaskan 35 Korban di Pagaralam, Pemilik PO Jadi Tersangka

Dr H Ruben Achmad SH MH sebelumnya telah mengatakan, jika perkara dugaan kasus korupsi merupakan dugaan kejahatan yang luar biasa. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Bantuan Kelompok Tani di OKU Selatan

Palembang, KoranSN Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Senin (26/9/2022) menetapkan tersangka dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!