Keseringan Jajan Bakso Goreng, Bocah 4 Tahun di PALI Alami Usus Buntu





Putri setelah menjalani operasi Usus buntu. (foto-istimewah)

PALI, KoranSN

Bagi para orang tua haruslah ekstra waspada dalam mengawasi jajanan anak. Kalau tidak, kejadiannya bisa seperti yang dialami oleh Putri Nadia (4). Buah hati dari pasangan Bari dan Pepi itu terpaksa harus dioperasi lantaran terkena usus buntu.

Dugaan sementara, penyakit yang dialami oleh Putri disebabkan keseringan jajan Bakso Goreng yang dijual bebas dan mudah didapat dimana saja.

Penyakit tersebut diketahui kedua orang tua Putri saat Putri mengalami kesakitan pada Jumat pagi (16/2/2018), kemudian orang tua Putri membawanya ke RSUD Talang Ubi.

Namun, karena kurangnya fasilitas di RDUD Talang Ubi, Putri kemudian dirujuk ke rumah sakit Bunda kota Prabumulih. Saat diperiksa, putri di diagnosa mengidap usus buntu dan harus segera dilakukan operasi.

“Dari hasil operasi, didalam usus putri kami ada Basreng yang sudah mengembang, disitulah kami baru sadar bahwa memang putri kami itu hobi makan Basreng. Selanjutnya kami akan melarang dan mengawasi putri kami dalam mengkonsumsi makanan, terutama jajanan yang dijual bebas,” ujar Pepi yang tercatat sebagai warga Desa Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Baca Juga :   Pangdam II/Swj Kunker ke Markas Yonif 141/AYJP

Diakuinya bahwa apabila saat itu lambat membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis, mungkin saja akibat fatal dialami putri kesayangannya.

“Untung kami cepat bawa ke rumah sakit, dan kami menyarankan juga kepada orang tua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anaknya. Untuk saat ini, alhamdulillah putri kami sudah baikan, dan mungkin dalam satu atau dua hari lagi bisa diijinkan pulang oleh dokter,” tukasnya.

Sementara itu, dr H. Muzakir, kepala Dinas Kesehatan PALI menegaskan bahwa bukan saja Baso goreng penyebab timbulnya penyakit usus buntu, namun seperti makanan yang keras-keras juga biji-bijian juga bisa jadi penyebabnya.

“Usus buntu di dalam tubuh manusia memiliki peranan untuk ikut dalam mengendalikan infeksi di dalam tubuh, karena jaringan usus buntu terdiri dari jaringan limfoid. Letak usus buntu yaitu di antara usus halus dan usus besar, lebih tepatnya di sebalah kanan bawah perut. Ukuran usus buntu sebesar dan sepanjang jari telunjuk kita. Dimana sesuai dengan namanya, ujung usus ini membuntu sehingga dengan begitu sangat rentan akan penyakit atau masalah-masalah lainnya terutama bagi anak-anak. Dengan bagian pangkal yang kecil sangat mudah terjadi penyumbatan yang diakibatkan oleh berbagai hal,” bebernya.

Baca Juga :   Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Lahat Peringati Hari Pancasila

Kadinkes juga menyarankan agar para orangtua untuk lebih intens lagi dalam mengawasi anak-anaknya. “Saya tidak melarang untuk jajan apa saja, namun kami sarankan teliti dan pilih makanan yang higienis, mudah dicerna. Dan kami juga menyarankan agar mengunyah makanan sebelum ditelan sebanyak 33 kali, agar makanan hancur, dan anjuran mengunyah makanan merupakan anjuran agama, agar makanan mudah ditelan dan dicerna,” pungkasnya. (ans)

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

IPA Bersih di Jejawi Siap Layani 500 Pelanggan PDAM Baru

Kayuagung, KoranSN Pemkab OKI bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel Ditjen Cipta Karya kian memperluas …