Ketua Waria Palembang Tewas Usai Beli Motor Pakai Uang Bantuan Pemerintah



Kapolsek IB I Palembang, Kompol Masnoni. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolsek IB I Palembang, Kompol Masnoni, Selasa (19/2/2019) mengatakan, Ismail Efendi alias Ita (56), yang merupakan Ketua Organisasi Waria Palembang yang ditemukan tewas diketahui jika sebelumnya korban sempat membeli satu unit sepeda motor menggunakan uang bantuan dari pemerintah.

Menurut Kapolsek, motor yang beli korban merupakan sepeda motor second (bekas).

“Korban ini kan Ketua Organisasi Waria Palembang. Jadi selaku ketua, korban mendapatkan bantuan dari pemerintah senilai Rp 7 juta. Lalu sebagian uang bantuan tersebut, dibelikan sepeda motor second. Nah, untuk sisa uangnya kami belum tahu digunakan korban untuk apa lagi. Dan itu, masih kami selediki,” ujar Kapolsek.

Masih dikatakan Kapolsek, saat korban ditemukan tewas di dalam rumah yang juga dijadikan salon, sepeda motor korban tidak hilang dibawa pelaku.

“Motornya masih ada, sebab pelaku hanya membawa kabur handphone dan dompet milik korban saja,” katanya.

Lebih jauh dikatakan Kapolsek, untuk mengungkap motif pembunuhan korban dan menangkap pelakunya maka pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan.

“Jadi kasus ini masih kami selidiki untuk mengungkap dan menangkap pelakunya,” tandas Kapolsek.

Sementara Andi Putra Wijaya (39), keponakan korban usai membuat laporan kepolisian di Polsek IB I Palembang mengatakan, jika dirinya yang pertama kali menemukan jenazah korban meninggal dunia di dalam rumah korban, yang juga dijadikan salon tersebut.

Baca Juga :   Ijon Proyek di Muba, 5 Tahap Dodi Reza Terima Fee dari Kontraktor

“Awalnya kami curiga karena handphone paman (korban) tidak aktif. Dari itulah, saya dan istri saya mendatangi kediaman korban di Rumah Susun. Setiba di lokasi, kami melihat pintu rumah tergembok dari luar, lalu istri saya mengintip dari celah jendela dan saat itulah istri saya melihat Paman sudah tergeletak di lantai, di dekat sepeda motornya,” katanya.

Masih dikatakan Andi, karena panik lantas dirinya meminjam pukul ke tetangga korban. Kemudian pukul tersebut digunakannya untuk membuka gembok yang terpasang dipintu rumah korban.

“Setelah pintu tersebut terbuka, kami masuk ke dalam rumah dan saat itulah kami melihat Paman sudah meninggal dunia dengan kepala mengeluarkan banyak darah. Bahkan jenazah Paman sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap, sedangkan untuk barang-barang korban yang hilang yakni dua unit handphone dan dompet berisi uang,” ujarnya.

Lanjut Andi, dirinya dan keluarga tidak mengetahui siapa pelaku yang telah membunuh korban, untuk itulah ia membuat laporan kepolisian ke Polsek IB I Palembang.

“Korban ini memang Ketua Organisasi Waria Kota Palembang. Sudah lama korban menjadi ketua, mungkin sudah puluhan tahun. Sementara keseharian korban, orangnya sangat baik dan ramah dengan keluarga dan juga para tetangga,” tutupnya.

Baca Juga :   KPK Periksa 4 Saksi Untuk 10 Anggota DPRD Muara Enim Tersangka Suap Pengadaan Barang Jasa & Pengesahan APBD di Kejati Sumsel

Diberitakan sebelumnya, Ismail Efendi alias Ita, Sabtu malam (16/2/2019) pukul 21.00 WIB ditemukan tewas di dalam rumahnya yang juga dijadikan salon di Jalan Tuah Patinaya Rusun Blok 12 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan IB I Palembang.

Pihak kepolisian yang medapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Sementara jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, Minggu (17/6/2019) mengatakan, saat ditemukan kondisi jenazah korban sudah membusuk, diduga korban sudah sekitar 5 hari meninggal dunia. Dari itulah untuk mengetahui penyebab tewasanya korban apakah sakit atau korban dugaan pembunuhan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik.

“Tubuh korban saat ditemukan sudah membusuk jadi belum bisa diketahui apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dari itu saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik untuk mengetahui penyebab kematian korban, selain itu kami juga masih terus melakukan penyelidikan” tegas Kasat. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Delapan Saksi Dipanggil Kejari Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah PMI, Salah Satunya Fitrianti Agustinda Mantan Wawako Palembang

Palembang, KoranSN Kejari Palembang, Rabu (17/7/2024) memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!