Kolam Retensi di Sungai Bendung Jadi Prioritas Tahun Depan

Vivin Indira sari.foto -alwi/koransn.

Palembang,koranSN
Pembangunan kolam retensi di Sungai Bendung tahun depan bakal menjadi prioritas karena hampir setiap tahunnya terjadi keterlambatan. Bahkan, di tahun 2016 lalu pembangunan masih belum dapat dilakukan dikarenakan terkendala pembebasan lahan.

“Memang di tahun 2016 kemarin masih terjadi keterlambatan untuk pembangunan Sungai Bendung tersebut tetapi kami sudah mengusulkan untuk meminta waktu perpanjangan pembangunan kolam retensi tersebut, alhasil perpanjangan tersebut diberikan pemerintah pusat,” kata Sekretaris Dinas (Sekdis) Penglelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel, Vivin Indira Sari, kemarin.

Diterangkannya, pembangunan kolam retensi di Sungai Bendung sendiri merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sedangkan untuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) sendiri hanya untuk pembuatan rumah pompa, kemudian untuk Kota Palembang sendiri itu kepada pembebasan lahan di Sungai Bendung.

“Sebelumnya, memang pembangunan kolam retensi di Sungai Bendung masuk kewenangan kami tapi, kami kembalikan kepada BBWS, sedangkan kami hanya untuk pembangunan rumah pompa saja,” ujarnya.Untuk dana pembangunannya sendiri, lanjut Vivin, ada yang menggunakan dana sharing dan ada bantuan dari Pemerintah Pusat melalui BBWS. Dirinya mengaku, Sungai Bendung ini juga merupakan salah satu daerah yang rawan terjadinya banjir sehingga memang perlu dibuatkan kolam retensi dan rumah pompa.

Baca Juga :   Warning! Pejabat Tak Taati Perwali Subuh Berjamaah Akan Kena Sanksi

“Karena itu, pembangunan kolam retensi di Sungai Bendung ini akan menjadi prioritas pembangunan tahun depan, sedangkan tahun ini kami bekerjasama dengan Pemkot Palembang dalam upaya pembebasan lahan,” ujarnya.Dirinya juga menerangkan, ditahun 2017 ini, dana untuk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) itu sekitar Rp 238 miliar dimanan 70 persen diperuntukkan untuk penanggulangan banjir. Dalam penanggulangan banjir itu dilakukan untuk 13 Kabupaten/Kota di Sumsel, sedangkan untuk Kota Palembang sendiri hanya 15 persen.

“Memang untuk tahun ini difokuskan kepada daerah yang rawan terjadinya bencana terutama bencana di tahun 2016 lalu,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Syafri Nungcik mengatakan, saat ini pembebasan lahan yang sudah dilakukan sekitar 90 persen lebih dari total lahan sekitar 1,8 hektar. Tapi, memang ada yang sudah diganti rugi namun belum pindah dari lokasi.”Ya, tinggal sekitar 3 persil lagi yang belum dibebaskan, nah untuk luas lahan 3 persil tersebut saya tidak begitu ingat,” singkatnya. (wik)

Baca Juga :   Sekda Palembang Ratu Dewa Rapat Bersama KPK RI
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Banyak Warga Abaikan Prokes, Sehari 57 Orang di Palembang Positif Corona

Palembang, KoranSN Masih banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) membuat Kota Palembang hingga kini …