Kominfo: Tren NFT Perlu Dibarengi Penguatan Literasi Digital



Salah satu konten NFT berjudul “GAME OVER” yang dibuat Die Dixons (aka XI DE SIGN) di Berlin, Jerman pada 2021. (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengatakan penting bagi masyarakat untuk merespon tren pemanfaatan teknologi Non-Fungible Token (NFT) yang semakin populer belakangan ini dengan penguatan literasi digital.

“Kementerian Kominfo mengimbau masyarakat untuk dapat merespon tren transaksi NFT dengan lebih bijak sehingga potensi ekonomi dari pemanfaatan NFT tidak menimbulkan dampak negatif maupun melanggar hukum, serta terus meningkatkan literasi digital agar semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, dan kondusif,” kata Dedy kepada ANTARA, Senin (17/1/2022).

Baca Juga :   "Hybrid Learning" Sebagai Penunjang PTM Secara Optimal

NFT sendiri belakangan ini menjadi salah satu topik yang cukup banyak dibicarakan oleh warganet di Indonesia sejak seorang pria bernama Ghozali asal Semarang berhasil meraup Rp13 miliar setelah menjual swafotonya di situs jual-beli NFT OpenSea. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

PUBG Mobile Siapkan Rp100 Juta untuk Turnamen Livik Challenger Match

Jakarta, KoranSN Setelah merilis serangkaian pembaruan versi 2.0, PUBG Mobile kini mempersembahkan turnamen komunitas PUBG …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.