Komisi II DPRD PALI Sesali Terjadinya Pipa Korosi Minyak PT Medco

Ketua komisi 2 DPRD PALI bersama anggota lainnya ketika meninjau langsung lokasi terjadinya pencemaran lingkungan. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PALI, Irwan ST menyesali bisa terjadinya korosi pada pipa minyak mentah milik PT Medco EP yang mencemari lingkungan warga.

Bahkan, dirinya bersama anggota DPRD komisi II lainnya, H Amran dan Adi Warsito langsung ke lokasi tempat limbah minyak yang terletak di Desa Sukamaju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Politisi Partai Golkar itu juga menekankan kepada pihak Medco agar bisa menyelesaikan permasalahan ini sesuai prosedur.

“Lubang kebocoran sudah ditutup pihak Medco, namun tidak semudah itu menyelesaikan permasalahan ini. Kita ketahui, bahwa limbah yang keluar cukup banyak. Dampaknya jelas bagi lingkungan, ekosistem yang ada di sekitar lokasi bakal kena. Satu jam saja limbah keluar, berapa meter limbah meresap ke dalam tanah. Jadi pasti kerugiannya bakal dirasakan masyarakat sekitar,” ucap Irwan.

Dalam kesempatan itu pula, ketua DPD Golkar PALI itu mendesak, pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera turun ke lapangan mengecek dan mendata dampak yang ditimbulkan akibat pipa minyak milik Medco yang bocor akibat keropos.

Baca Juga :   70 Pelaku UMK Dilatih Keterampilan Teknis & Manajerial

“Setelah BLH turun, baru diketahui seperti apa penanganannya dan kasus ini harus bisa diselesaikan sampai tuntas,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya pihak Medco melalui press release yang dikirim ke media ini menyebutkan pihaknya telah berhasil menangani kebocoran pipa miliknya. Dan pihak Medco hanya menyebutkan, berkat kerjasama dengan pihak-pihak terkait, klem pipa dapat cepat dilakukan.

Pihak Perusahaan juga telah bermusyawarah dengan aparat desa dan warga setempat terkait adanya lahan warga yang terkena ceceran minyak tersebut untuk segera dilakukan pembersihan sehingga dampaknya bisa diminimalisasi.

Namun, hingga saat ini warga belum mengijinkan limbah minyak untuk dibersihkan karena belum ada titik temu dalam hal ganti rugi.

“Penyebab kejadian ini akan kami pelajari agar bisa dihindari kedepannya. Perusahaan akan bermusyawarah mufakat menyelesaikan kejadian ini sesuai prosedur yang berlaku. Kami juga sampaikan terima kasih kepada PT Pertamina EP dan pihak terkait lain yang membantu perusahaan dalam menyelesaikan masalah ini,” ujar Manager Institutional Relations Medco E&P Indonesia West Asset, Sutami.

Baca Juga :   Dinsos Muratara Bantu Penyandang Disabilitas

Diberitakan sebelumnya, Pipa minyak mentah milik PT Medco E&P yang ada di desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bocor diduga akibat korosi, karena sumber pipa yang bocor berada di bawah tanah.

Akibat dari kejadian tersebut, rembesan minyak mentah masuk ke dalam kolam milik warga dan ikan di dalam kolam tersebut banyak yang mati.

Selain banyak ikan yang mati, warga sekitar juga was-was karena banyaknya minyak yang keluar dan menggenang di kolam milik warga membuat warga takut untuk menghidupkan api termasuk takut memasak sejak kejadian yang diketahui terjadi Jum’at (10/11) lalu karena bau menyengat keluar dari tumpahan minyak, serta warga pun menahan pihak perusahaan untuk melakukan pembersihan sebelum ada kesepakatan. (ans)



Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Verifikasi Kepuasan Pelayanan di Lapas Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera …

error: Content is protected !!