Komisi II DPRD Palembang Pertanyakan Amdal Pasar Ikan Modern



Abdullah Taufik.(foto-anton/koransn)

Palembang, KoranSN

Komisi II DPRD Kota Palembang akan memanggil Dinas Perikanan Kota Palembang, terkait pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palembang, Abdullah Taufik mengatakan, rencana pemanggilan Dinas Perikanan Kota Palembang terkait dengan analisis dampak lingkungan (Amdal), Anda Lalin dan izin mendirikan bangunan (IMB) pasar ikan modern.

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil dinas perikanan Kota Palembang, terkait perizinan pembangunan pasar ikan modern, apakah sudah selesai atau belum, karena ini berkaitan dengan Anda Lalin, Amdal dan izin IMB,” ujarnya, saat dibincangi, Minggu (26/1/2020).

Baca Juga :   34 Calon Anggota Bawaslu Nyatakan Mosi Tak Percaya ke Timsel

Ia mengatakan, pihaknya sangat mendukung keberadaan pasar ikan modern ini, namun jangan sampai keberadaannya bermasalah, apalagi merugikan masyarakat.

“Tentu kami mendukung penuh keberadaan pasar ikan modern ini, apalagi pasar ikan modern ini hanya ada tiga di Indonesia, satu di Palembang, dua lagi di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara dan Bandung, tetapi kita butuh penegasan soal perizinannya, agar kedepan tidak menimbulkan permasalahan dan merugikan masyarakat,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, pasar ikan modern dibangun di Jalan MP Mangkunegara, Kenten. Pasar ikan modern ini merupakan pertama di Sumatera.

Baca Juga :   Lanjutkan Pengabdian, Ramai-ramai Warganet Ucapkan Selamat ke Alex Noerdin

Pasar ikan modern ini menghabiskan dana kurang lebih Rp 24 miliar, yang bersumber dari APBN. Nantinya, selain perdagangan ikan, di pasar modern ini tersedia juga restoran atau food court. (awj)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Fasilitas RSUD Siti Fatimah Segera Dilengkapi

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru akan menjadikan RSUD Siti Fatimah menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.