Komisi IV DPR RI Tinjau Lahan Terlantar di Muratara





Bupati Muratara, H Syarif Hidayat menyampaikan sambutan di hadapan komisi IV DPR RI usai meninjau lahan pertanian di Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu. (foto-sumantri/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meninjau lokasi cetak sawah di Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Sabtu (22/7/2017).

Kunjungan kerja Komisi IV ini dihadiri, Edhy Prabowo, Fauzi Amro, HM Mardiansyah, HM Salim Fikhry, Susi Syahdona Marleny, H Syofwatillah Mozaib, Hermanto, Sulaemah L Hamzah dan perwakilan Menteri Pertanian yakni Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Prasetyo Nuhsin.

Disamping itu juga ada Bupati, HM Syarif Hidayat, H Devi Suhartoni, Sekda Abdullah Matkcik, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Suhardiman, dan anggota DPRD Muratara, Devi Arianto dan Edi Sukamto.

Pantauan SN, rombongan DPR RI pada Komisi IV saat hadir dilokasi lahan persawahan yang didampingi Bupati, HM Syarif Hidayat dan Wakil Bupati, H Devi Suhartoni langsung menuju lokasi lahan percetakan sawah.

Ketua Komisi IV di DPR RI, Edhy Prabowo mengatakan kunjungan kerja ini dalam rangka pengawasan dan difokuskan untuk cetak sawah supaya sawah ada di Kabupaten Muratara bisa tergarap semuanya. Di Kabupaten Muratara ada 15.000 lahan yang siap diairi dan diolah tapi kendala ada di sektor pengairannya.

“Namun, kalau dalam plot seperti ini kita siap tapi kalau dalam konteks 15.000 hektar kita butuh waduk atau bendungan,” kata Edhy Prabowo.

Baca Juga :   Tawuran, Mahasiswa Unsri Luka Berat

Dikatakannya, untuk bendungan sendiri sudah disiapkan bendunga Rawas yang sudah masuk dalam Rwncana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan sudah di bahas oleh PU sekarang tinggal mengalokasikan anggarannya. “Mudah-mudahan kalau tidak tahun ini maka di 2018 mendatang harus bisa terealisasi,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan ini melihat lahan persawahan dan bagaimana cetak sawah ini, sehingga sawah-sawah yang ada di Kabupaten Muratara bisa dikembangkan.

“Tadi ada masukan disektor perikanan juga karena air sama sawah menjadi satu dan ikan sama air juga jadi satu kenapa kita hanya produksi karbohidrat saja dan protein sekalian karena peluangnya ada, kami juga sudah menyanggupi untuk membantu di sektor perikanan sungai dan darat disini ada potensi yang cukup besar,” tuturnya.

Kembali dijelaskannya, cetak sawah ini murni nanti pada akhirnya milik petani targetnya petani ini bekerja dan punya penghasilan karena selama ini mereka menggarap hanya setahun sekali. Dan ini juga stop karena terkendala air susah masuk akhirnya jadi buruh perkebunan dan uangnya juga yang didapat segitu saja sedangkan karet harganya jatuh terpuruk.

“Tidak hanya stop disini kita berharap khususnya pak bupati kami minta bikin perbup atau perda sawah ini setelah kita bukan dan dibangun jangan dialis fungsikan tidak ada,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pj Bupati Harapkan Proyek PLTU Sumsel 1 Serap Naker Lokal

Karena padi ini bisa dua kali tanam dalam setahun bahkan tiga kali kalau ini diterapkan bayangkan harga padi gabah kering giling Rp 4.300 hitung saja jika produknya bagus dan sapai dua kali setahun saya yakin pendapatan petani akan naik. “Tapi hari ini kita lakulan pada dua titik 54 hektar sekitar sini (Desa Remban) dan 300 hektar di Kecamatan Rawas Ilir,” ujarnya.

Sementara, Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, mengatakan selama ini ada 15 ribu lahan terlantar di Kabupaten Muratara, tapi lahan terlantat ini akan segera digarap.

“Lahan terlantar ini akan kita garap minimal 500 hektar dulu untuk tahap pertama dan mengenai bendungan Rawas di daerah kita sudah siap termasuk ganti rugi tapak Dam nya,” kata HM Syarif Hidayat.

Dikatakannya, kalau itu pembangunan Dam terealisasi maka 15 ribu lebih tanah sawah terlantar bisa digarap semuanya. “Lahan-lahan ini sangat potensial dan kami terus sosialisasikan supaya tidak dialih fungsikan karena nenek moyang kita dulunya petani sawah jadi garap dan kerja sama sawah ini,” pungkasnya. (snd)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

62 Guru dari 7 Sekolah di PALI Dibekali Ilmu, Persiapkan Diri Menuju Sekolah Rujukan Google

Palembang, KoranSN Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas …

error: Content is protected !!