Komisi IV DPRD Sumsel Nilai Murni Human Error







Anggota Komisi IV DPRD Sumsel saat meninjau lokasi jatuhnya crane. (foto-anton/koransn.com)

KOMISI IV DPRD Sumsel, Selasa (1/8/2017) menilai, kejadian steel girder atau landasan rel Light Rail Transit (LRT) yang roboh dan menimpa rumah warga murni dari kesalahan manusia atau human error.

Selain Komisi IV DPRD Sumsel, sebelumnya sejumlah pejabat juga meninjau lokasi, diantaranya Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda.

Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Anita Noeringhati, mengatakan robohnya crane sehingga menyebabkan steel girder yang diangkat menimpa rumah dan ruko milik warga akibat dari daya dukung tanah yang tidak memadai.

“Setelah kita lihat dari tempat kejadian, kita pastikan ada human error, karena kita lihat secara matematis, dua crane yang digunakan untuk mengangkat girder ini sudah cukup, hanya saja teknik untuk mengangkatnya, ada human error disana. Harusnya, sebelum diangkat harus mempertimbangkan daya dukung tanah dan kondisi lapangan dahulu, karena titik disini berbeda dengan titik di tempat lainnya,” beber Anita didamping sejumlah anggota Komisi IV lainnya, Yulius Maulana, Zulfikri Kadir, Uzer Effendi, dan Hasbi Assidiqi saat meninjau lokasi kejadian.

Baca Juga :   Dishub Rekayasa Arus Lalulintas di Kawasan Sekanak Lambidaro

Ia berharap, PT Waskita Karya, selaku penanggung jawab proyek pembangunan LRT, bertanggung jawab penuh terhadap peristiwa ini.

“Masalah ganti rugi, kita harapkan pihak Waskita Karya menanggung semuanya. Dan yang penting moment ini jangan dijadikan moment bahwa Sumsel tidak berhasil membangun LRT, karena ini murni ada human error,” harap Politisi Partai Golkar ini.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Yulius Maulana berharap kedepan peristiwa robohnya crane tidak terulang kembali. Ia meminta PT Waskita Karya lebih memperhatikan kembali daya dukung tanah sebelum mengangkat girder atau menggunakan crane.

Baca Juga :   Ribuan Driver Taksi Online Tolak Penurunan Insentif PT Gojek Palembang

“Kondisi tanahnya ini beda, yang ini timbunan, kita minta kedepan, daya dukung tanahnya harus dicek dulu, karena beban ini berat,” pungkasnya. (awj)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Upayakan Insentif Naik, Ratu Dewa Lantik Ratusan RT RW di Kecamatan Ilir Timur 1

Palembang, KoranSN Dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi, Pj Walikota Ratu Dewa …

error: Content is protected !!