Kondisi Objek Wisata Air Sungai Musi Masih Dipenuhi Bermacam Sampah







Tampak sampah yang berserakan ditepian Sungai Musi tepatnya di bawah pelataran salah satu rumah makan di kawasan BKB. (Foto-Deni/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kondisi Sungai Musi yang merupakan objek wisata air di Kota Palembang saat ini masih dipenuhi sampah eceng gondok yang bercampur dengan bekas batangan kayu dan sampah jenis lainnya.

Sebagian besar sampah yang kebanyakan bekas eceng gondok ini menumpuk dan berserakan dipinggiran sungai. Hal ini tentunya tidak bisa dianggap remeh mengingat Sungai Musi dan Jembatan Ampera merupakan icon bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Palembang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui dinas terkaitnya harus melakukan sesuatu agar tumpukan sampah tidak lagi menumpuk dan berserakan di Sungai Musi karena jika dibiarkan bukan tindak mungkin keberadaan sampah tersebut menjadi pemandangan tidak mengenakan bagi para pengunjung yang sedang ke Palembang.

Baca Juga :   Herman Deru dan Istri Nyoblos di TPS 58 Komplek Bulog (FOTO)
Wraga yang beraktifitas ditengah sampah yang berserakan di Sungai Musi.

Penelusuran Suara Nusantara di pinggiran Sungai Musi, Rabu petang (17/10/2018) terlihat sekali masih banyak sampah bekas eceng gondok dan sampah jenis lainnya yang tersangkut di tepian sungai, tepatnya dibawa pelataran-pelataran sepanjang Benteng Kuto Besak (BKB).

Bermacam campuran sampah mulai dari bekas balok kayu dan plastik-plastik banyak mengalir mewarnai aliran sungai dan tersangkut hingga menjadi pemandangan sampah yang berserakan.

Andre (35), seorang pengunjung di BKB sangat menyayangkan keberadaan sampah yang berserakan mewarnai aliran Sungai Musi.

Menurut warga Plaju ini, keindahan Sungai Musi dan Jembatan Ampera disore hari tak sepenuhnya bisa dinikmati karena adanya sampah yang bertebaran di pinggiran sungai.

Baca Juga :   Pimpin Rapat Percepatan Kinerja Divisi Keimigrasian, Kakanwil Pastikan Penyerapan Anggaran Triwulan I Maksimal

“Saya berharapnya sampah-sampah eceng gondok dan sampah yang ada ditepian sungai bisa dibersihkan. Kami selaku warga meminta dinas terkait untuk cepat menangani masalah sampah ini, karena jika lama dibiarkan keberadaan sampah ini membuat pemandangan di seputaran Ampera saat sore hari tak sepenuhnya bisa dinikmati,” kata ayah anak satu ini.

Amira (23), pengunjung yang sedang nongkrong di salah satu tempat makan di kawasan BKK menjelaskan kepada penulis Sungai Musi seharusnya bersih dari sampah karena sungai satu-satunya sungai terpanjang di Pulau Sumatera.

“Palembang seharusnya beruntung memiliki sungai sepanjang ini, di Sumatera satu-satunya sungai terpanjang ya Sunga Musi ini. Untuk itu seharusnya sungai ini bersih karena orang yang datang ke Palembang tujuan utama mereka pasti ingin melihat sungai ini. Terus gimana kalau sungainya kotor seperti ini, ya saya berharapnya dinas terkait bisa segera menangani permasalahan sampah ini,” jelasnya. (den)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Kurban Lima Ekor Sapi dan Satu Kambing, 500 Paket Daging Dibagikan ke Masyarakat, Panti Asuhan dan Pegawai Honorer

Palembang, KoranSN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) pada Hari Raya Idul Adha, Senin (17/6/2024) …

error: Content is protected !!