Konstruksi Perkara Tiga Tersangka Baru Kasus Korupsi di PT DI





Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/11/2020) terkait penetapan tiga tersangka baru kasus korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (DI) Tahun 2007-2017. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan, konstruksi perkara tiga tersangka baru kasus korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (DI) Tahun 2007-2017.

Tiga tersangka, yakni Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PT DI tahun 2007-2014 dan terakhir menjabat Direktur Produksi PT DI tahun 2014-2019 Arie Wibowo (AW), Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana (DL), dan Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata (FSS).

“Di awal 2008, Dirut PT DI Budi Santoso dan Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah PT DI Irzal Rinaldi Zailani bersama-sama dengan Direktur Aircraft Integration Budi Wuraskito, Direktur Aerostructure Budiman Saleh, dan tersangka Arie Wibowo membahas mengenai kebutuhan dana PT DI untuk mendapatkan pekerjaan di kementerian lainnya,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (3/11/2020).

Baca Juga :   Kecelakaan di Tol Kayuagung, 1 Tewas 6 Luka

Termasuk, kata dia, biaya “entertaintment” dan uang rapat-rapat yang nilainya tidak dapat dipertanggungjawabkan melalui bagian keuangan.

Sebagai pelaksanaan tindak lanjut persetujuan direksi tersebut, ia mengatakan para pihak di PT DI melakukan kerja sama dengan tersangka Didi Laksamana serta para pihak di lima perusahaan, yakni PT Bumiloka Tegar Perkasa (BTP), PT Angkasa Mitra Karya (AMK), PT Abadi Sentosa Perkasa (ASP).

Kemudian, PT Penta Mitra Abadi (PMA), PT Niaga Putra Bangsa (NPB), dan tersangka Ferry Santosa Subrata selaku Dirut PT Selaras Bangun Usaha (SBU) untuk menjadi mitra penjualan.

Baca Juga :   Senjata Api Zaman Belanda Ditemukan di Sungai

“Penandatanganan kontrak mitra penjualan sebanyak 52 kontrak selama periode 2008 sampai dengan 2016. Kontrak mitra penjualan tersebut adalah fiktif dan hanya sebagai dasar pengeluaran dana dari PT DI dalam rangka pengumpulan dana untuk diberikan kepada ‘customer/end user’,” ungkap Alex. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil 15 Saksi Kasus Korupsi Bupati Probolinggo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat memanggil 15 saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.