Konsumen Dinilai Belum Nyaman Tinggalkan Penggunaan Plastik





Ilustrasi barang dibungkus plastik. (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (PSP) dalam kehidupan sehari-hari termasuk dari kegiatan belanja saat ini menghadapi tantangan dari konsumen yang dinilai belum merasa nyaman meninggalkan produk polimerisasi sintetik itu.

Research Associate Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Bisuk Abraham Sisungkunon mengatakan, dalam beberapa diskusi, ditemukan kenyataan upaya pelaku usaha berhemat konten plastik dalam pengiriman produk justru berbuah komplain dari konsumen.

Baca Juga :   Mahasiswa UHO Perkenalkan Permainan Tradisional Bagi Anak Pantai

Menurut Bisuk, konsumen merasa produk yang diterima kurang aman tanpa ada lapisan plastik yang membungkus kemasan. Pada beberapa kasus ekstrem, mereka yang berbelanja secara daring bahkan langsung memberi rating satu pada toko yang tidak mengemas barang menggunakan plastik.

“Cukup banyak konsumen merasa kurang aman kalau produk tidak dibungkus plastik lagi, walau disediakan kotak-kotak yang berbahan seperti karton,” kata dia dalam talkshow bertajuk Pawai Bebas Plastik 2021 yang digelar secara daring, Kamis (7/10/2021).

Di sisi lain, Bisuk melihat sebenarnya adanya kemauan dari para pelaku usaha mengurangi penggunaan PSP karena ternyata upaya ini dinilai tak terlalu berdampak signifikan pada biaya produksi mereka. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Grab Palembang Manjakan Mitra Pengemudi

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Survei Markplus: Produk Fesyen Lokal jadi Favorit di “E-commerce”

Jakarta, KoranSN Head of High-Tech, Property & Consumer Goods MarkPlus, Rhesa Dwi Prabowo, menilai produk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.