Kontrak Kerja Pembangunan Masjid Sriwijaya Belum Putus





Suasana sidang Eddy Hermanto di PN Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dalam pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, diketahui jika kontrak kerja antara Yayasan Masjid Sriwijaya Palembang dan PT Brantas belum putus atau hingga kini kontrak tersebut masih hidup.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan Eddy Hermanto (mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya) terdakwa dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya dengan agenda ekspsi di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (3/8/2021).

Nurmalah SH MH Penasihat Hukum terdakwa Eddy Hermanto mengatakan, selain kontrak kerja tersebut belum putus dan masih berjalan, kontrak kerja yang dilakukan antara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya dengan PT Brantas adalah Recht Person Privat bukan Recht Person Publik, sehingga penagihan oleh PT Brantas kepada Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Palembang tidaklah mengacu pada Permendagri No.13 Tahun 2006 Jo Permendagri Nomor 21 tahun 2011 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Pasal Hutang Rp 30 Juta Sabil Tembak Kepala Siti

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

DPRD Sumsel Harusnya Menolak Pembahasan Dana Hibah Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Palembang, KoranSN Pihak DPRD Sumsel harusnya menolak pembahasan dan persetujuan dana hibah tahun 2015 dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.