Korban Penipuan Keberangkatan Haji & Umroh Melapor ke Polda Sumsel







MELAPOR- Korban penipuan keberangkat haji dan umroh usai melapor di Mapolda Sumsel. (Foto-Dedy Suhendra/Koransn)
MELAPOR- Korban penipuan keberangkat haji dan umroh usai melapor di Mapolda Sumsel. (Foto-Dedy Suhendra/Koransn)

Palembang, KoranSN
Ishak (64), bersama dua rekannya Soleh (70), dan Nur Muhamad (80), yang ketiganya tercatat sebagai warga Desa Sri Kembang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (26/4/2016) melapor ke Mapolda Sumsel.

Ketiga korban membuat laporan kepada pihak kepolisian, lantaran diduga telah menjadi korban penipuan keberangkatan haji dan umroh dari salah satu biro jasa yang memberangkatkan haji dan umroh yang berlokasi di Jalan RE Martadinata Palembang.

“Kami melaporkan pemiliknya yakni ‘HMS’, karena saat ini kami tidak tahu dimana keberadaan terlapor, bahkan biro jasa milik terlapor yang berada di Jalan RE Martadinata Palembang kini telah tutup,” kata Ishak didampingi kedua rekannya Soleh dan Nur Muhamad usai membuat laporan di Mapolda Sumsel.

Diceritakan Ishak, tahun 2012 lalu ia dan isterinya Aminah (55), hendak berangkat umroh. Lalu, dirinya bertemu dengan ‘AK’ orang tua terlapor ‘HMS’ yang menawarkan biro jasa keberangkatan haji dan umroh milik ‘HMS’.

“Dulu ‘AK’ itu rumahnya berdekatan dengan rumah kami tapi tidak tahu sekarang dimana dia, katanya ‘AK’ dan terlapor ‘HMS’ kini berada di Jakarta. Saat itu, ‘AK’ menawarkan jika mau umroh atau naik haji bisa melalui biro jasa milik anaknya ‘HMS’, dari itulah saya memberikan uang sebesar Rp 38 juta untuk berangkat umroh bersama isteri saya. Namun setelah uang disetrokan saya dak isteri saya tak kunjung diberangkatkan,” katanya.

Baca Juga :   Pemuda Mabuk Gasak Warung Manisan

Masih diungkapkan Ishak, sebelum menghilang dirinya telah sabar dengan terus mendatangi kediaman terlapor di Palembang. Setelah bertemu, terlapor terus mengundur-undur waktu keberangkatan umroh dengan berbagai alasan.

“Awalnya, terlapor bilang nanti-nanti terus. Lalu, beralasan visa kami belum kelar. Belum lama ini kami juga telah mencoba menghubungi nomor HP terlapor, tapi HP-nya tak aktif lagi. Dari itulah kami memilih membuat laporan di Polda Sumsel,” ujarnya.

Sedangkan korban Soleh (70), menambahkan, Ia telah menyetorkan uang kepada terlapor senilai Rp 88 juta untuk berangkat haji bersama isterinya Wahna (54). Dikatakannya, uang tersebut disetorkannya kepada terlaporpada tahun 2012 lalu.

“Setelah uang diberikan, keberangkatan haji saya dan isteri saya selalu diundur-undur. Bahkan hingga hari ini kami tak kunjung diberangkatkan haji,” terangnya.

Sementara, korban Nur Muhamad (80) menambahkan, sebelumnya ia memberikan uang Rp 80 juta kepada terlapor untuk berangkat haji bersama isterinya Nasroh (60).

Dikarenakan terlapor terus mengundur waktu keberangkatan haji, hingga hajinya gagal dan dialihakan terlapor untuk berangkat umroh.

Baca Juga :   Pelaku KDRT di Muratara Diringkus

“Karena terlapor selalu mengulur-ngulur waktu hingga saya tidak bisa naik haji atau waktunya telah lewat. Dari itu terlapor, saat itu mengembalikan sebagian uang dari Rp 80 juta tersebut, yakni Rp 40 juta. Kemudian terlapor membujuk saya agar uang sisanya Rp 40 juta digunakan saja untuk berangkat umorh. Setelah saya setujuh terlapor selalu mengulur-ngulur waktu dan hingga kini saya dan isteri saya tak kujung diberangkatkan umroh,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan laporan korban. Kini penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap tindak pidana yang terjadi dari laporan korban.

“Laporan korban dengan No LP: STTLP/307/IV/2016/ SPKT Polda Sumsel tanggal 26 April 2016 telah diterima, selanjutnya akan dilakukan penyelidikan,” tegas Djarod.

Terpisah, terkait laporan korban, Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Sumarso menegaskan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap tindak pidana dari laporan para korban.

“Akan kita selidiki dulu dan dilakukan pendalaman,” ucap Sumarso ditemui di Mapolda Sumsel. (ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejagung Sebut Ferdy Sambo Tetap Ditahan di Mako Brimob

Jakarta, KoranSN Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI Fadil Zumhana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!