Korupsi Bak Kanker Tak Bisa Disembuhkan

Ilustrasi. (foto-net)

MEMANG susah dan sulit memberantas korupsi di Bangsa kita tercinta ini. Lihat dan dengar, terlalu banyak oknum pejabat dan orang-orang yang berada lingkaran pemerintahan justeru jadi pelaku korupsi. Padahal bisa jadi dulunya yang melakukan korupsi, adalah orang yang anti melakukannya. Tetapi karena terikut kebiasaan orang sekitarnya, maka turut serta melakukan perbuatan terlarang tersebut.

Tarik ulur soal korupsi di Negeri ini sangat terasa, ini juga yang membuat hukum dan penuntasan masalah ini terasa sangat lambat. Kalau kita perhatikan, korupsi adalah persoalan klasik yang telah lama ada.

Betapa capeknya rakyat Indonesia menyaksikan banyak oknum pejabat yang terjerat perangkap korupsi. Kemudian rakyat juga melihat bagaimana pola tingkah oknum pejabat yang harusnya bertanggungjawab dengan perbuatannya, tetapi justeru terus menghindar dengan beragam alasan.

Baca Juga :   Makin Parah! Lingkaran Korupsi Sampai ke Daerah

Sampai era pemerintahan sekarang ini, perang memberantas korupsi memang menjadi tugas berat. Meski sudah ada perangkat hukum dan banyak aturan yang dikeluarkan guna mempersempit ruang gerak bagi para koruptor, ternyata masih banyak yang mencuri-curi kesempatan melakukan korupsi.

Belakangan dengan banyaknya OTT KPK, justeru menjadi pertanyaan bahwa korupsi makin banyak. Dan menunjukkan seakan-akan oknum pejabat tak ada takutnya dengan hukum yang akan dikenakan.

Ada semacam stigma di kalangan masyarakat banyak, sampai kapanpun, korupsi akan terus ada. Ini disebabkan karena di setiap elemen korupsi sudah sangat membudaya.

Kalau kita maknai korupsi adalah mengambil uang rakyat yang bukan hanya, ternyata di kalangan orang yang sudah terbiasa untuk melakukannya, korupsi tidak lagi sesuai dengan makna sesungguhnya. Korupsi juga sudah berubah makna dari penyelewengan menjadi besar kecilnya korupsi. Yang sangat menyedihkan, banyak masyarakat kita dan oknum pejabat sepertinya menganggap hal yang wajar jika korupsi itu kecil-kecil. Nah, kalau yang dikorupsi uang miliaran rupiah baru diusut. Kondisi ini harus diluruskan!

Baca Juga :   Jalan di Sumsel Makin Banyak Rusak

Patut diapresiasi statment dari Istana yang mendukung kerja KPK dan tak akan mencampuri penangkapan tersebut. Ini menandakan Presiden Jokowi memang ingin Bangsa yang besar ini bebas dari korupsi. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

COVID-19 Masih Memerlukan Perhatian yang Tinggi

  DI penghujung tahun 2020, permasalahan COVID-19 masih memerlukan perhatian yang tinggi, walaupun secara umum …