Korupsi Banyuasin Akibat Sistem Pengawasan yang Rendah

Korupsi Banyuasin Akibat Sistem Pengawasan yang Rendah
Robby Budi Puruhita.

Palembang, KoranSN

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Banyuasin yang melibatkan Bupati Yan Anton Ferdian dan sejumlah pejabat lainnya, dinilai sebagai akibat sistem pengawasan yang rendah, baik dari pejabat tertinggi di Banyuasin maupun masyarakat lokal. Pernyataan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan (Dapil) Banyuasin, Robby Budi Puruhita, saat ditemui di gedung DPRD Sumsel, Selasa (11/10/2016).

Robby pun menyampaikan keprihatinannya, terhadap dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin yang terjadi di Kabupaten Banyuasin tersebut, terlebih kasus itu melibatkan kepala daerah.

“Jelas kita prihatin atas kasus di Banyuasin menyangkut dugaan korupsi itu. Ini menandakan sistem pengawasan yang rendah, baik di tingkat internal pemerintahan maupun di masyarakat,” kata Politisi PDI Perjuangan ini.

Ia berharap, ada reformasi birokrasi yang dilakukan di Banyuasin. Sehingga, aparatur negara yang bersih dan berdesikasi dapat terwujud. “Ini bergantung juga pada pimpinan, dalam hal kepala daerah,” ujarnya.

Robby menilai, OTT KPK di Banyuasin ini berdampak besar terhadap masyarakat, termasuk roda ekonomi yang berjalan tidak efisien. “Sekali lagi, kedepan kita berharap ada reformasi birokrasi di Sumsel, khususnya di Banyuasin, sehingga menciptakan pegawai yang bersih dan berdedikasi,” pungkasnya.

Baca Juga :   Arus Jalintinsum Palembang-Jambi Lancar Terkendali

Terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin, SA Supriono menyatakan, roda pemerintahan di Kabupaten Banyuasin tetap berjalan seperti biasa tidak terpengaruh dengan adanya kasus OTT KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

“Saya pastikan roda pemerintahan tetap jalan seperti biasa, karena jalannya roda pemerintahan ini tidak tergantung dengan satu orang,” kata Wabup Supriono.

Ia mengungkapkan, roda pemerintahan tetap jalan karena sesuai aturan perundang-undangan, ketika bupati berhalangan maka ada Wabup, Sekda, dan SKPD lainnya.

“Saya tegaskan kepada seluruh pegawai Pemkab Banyuasin untuk tetap bekerja seperti biasa dan layani masyarakat dengan baik,” katanya.

Sedangkan terkait proses hukum bupati dan Kadisdik Banyuasin, lanjut Supriono, diserahkan sepenuhnya dengan KPK.

“Ini kewenangan KPK jadi kita tunggu saja apa keputusan KPK, tugas kita tetap kerja seperti biasa,” tegasnya.

Sementara tokoh masyarakat Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Drs Ismail mengungkapkan, peristiwa yang menimpa Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dapat diambil pelajaran bagi para pemimpin di negeri ini.

“Kami berharap agar peristiwa ini dapat dijadikan pelajaran berarti, agar para pemimpin ini adil, menyayangi masyarkatnya, dan mendahulukan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi,” harapannya.

Baca Juga :   Kadinkes Banyuasin dan Kadis PU Bina Marga Banyuasin Kembali Diperiksa KPK

Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Minggu 5 September 2016 sekitar pukul 13.30 WIB. Proses penangkapan ini berlangsung sekitar 15 menit di rumah dinas Bupati Banyuasin persis setelah acara pengajian untuk keberangkatan bupati dan istrinya dalam rangka menunaikan ibadah haji.

Usai dilakukan OTT, KPK pun menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta). (awj/sir/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Hasil Survei LKPI di Pilkada OI: Panca-Ardani Sulit Terkejar

Palembang, KoranSN Peluang pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Panca Wijaya Akbar-Ardani (Panca-Ardani) untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.