Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

KPK Bidik Ketua DPRD Muara Enim Jadi Tersangka Terkait Dugaan Kasus Suap Bupati Ahmad Yani

JPU KPK Roy Riadi saat mencecar pertanyaan kepada terdakwa Roby di persidangan OTT Bupati Muara Enim di PN Tipikor Palembang. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam dugaan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) suap Bupati Muara Enim. Hal tersebut dikarenakan dari fakta persidangan terdakwa Robi Okta Fahlefi selaku pihak kontraktor dan barang bukti di persidangan, terungkap jika Aries HB menerima sejumlah uang fee dari terdakwa.

Jaksa Penutut Umum (JPU) KPK, Roy Riadi, Selasa (10/12/2019) mengatakan, dari fakta persidangan dan keterangan saksi termasuk keterangan terdakwa Robi dalam persdiangan, diketahui jika Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB bersama sejumlah pihak salah satunya Plt Kepala Dinas PUPR ikut menerima uang fee dari terdakwa Robi.
“Untuk itulah kemungkinan dalam dugaan kasus ini yang bersangkutan selaku pihak yang menerima uang fee dari terdakwa Roby bisa kami jadikan tersangka baru,” tegas Roy usai sidang terdakwa Robi dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas I A Palembang.

Baca Juga :   Mayat Laki-Laki dan Perempuan Ditemukan Tewas di Dalam Karung

Bakal adanya tersangka baru dalam perkara ini lanjut Roy, dikarenakan KPK tentunya akan mendalami keterangan dari para saksi dan juga fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan.

“Jadi keterangan para saksi, keterangan terdakwa serta fakta yang terungkap di persidangan akan kita pelajari untuk menetapkan tersangka baru tersebut,” ungkapnya.

Masih diungkapkan Roy, dalam persidangan sebelumnya memang Bupati Muara Enim dan Ketua DPRD Muara Enim, termasuk Wabup semuanya tidak mengaku menerima uang fee dari terdakwa Robi.

“Walaupun mereka tidak mengaku dalam persidangan, akan tetapi kami memiliki bukti yang juga didukung dengan keterangan para saksi,” terangnya.

Baca Juga :   Enam Pejabat Jadi Saksi Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Provinsi Sumsel (FOTO FOTO)

Lebih jauh dikatakanya, jika dalam setiap persidangan para saksi memiliki hak untuk tidak mengaku. Akan tetapi jaksa tentunya memiliki penilaian tersendiri dari pengakuan saksi tersebut.

“Jadi untuk saksi yang tidak mengaku menerima fee itu merupakan hak mereka. Sabab saksi kan memiliki Hak Ingkar, biar saja itu keterangan meraka, namun yang jelas kami selaku JPU telah memiliki bukti-bukti,” tutup Roy. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

2 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam Divonis 4 Tahun Penjara

Palembang, KoranSN Syaiful Anwar dan M Arif Kusuma Yudha yang merupakan terdakwa dugaan korupsi proyek …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.