KPK Kaji Fakta Persidangan Ungkap Tersangka Baru, Kasus OTT Yan Anton

Jaksa Penuntut Umum KPK, Roy Riadi. (Foto-Dokumen/Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini melakukan kajian fakta persidangan kasus OTT Bupati Banyuasin nonaktif Yan Anton Ferdian untuk mengungkap tersangka baru dalam perkara ini. Demikianlah diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Roy Riadi.

Menurut Roy, adapun fakta-fakta persidangan yang sedang dikaji KPK yakni, tentang sejumlah nama yang diduga turut menerima uang serta nama-nama pejabat di Banyuasin yang diduga terlibat dalam permintaan uang untuk keperluan terdakwa Yan Anton.

“Seperti dugaan keterlibatan Sekda Firmansyah dan Asisten II Rislani A Gafar yang diduga terlibat dalam permintaan uang ke SKPD untuk keperluan terdakwa Yan Anton. Fakta-fakta inilah yang masih dikaji KPK untuk pengembangan penyelidikan guna mengungkap tersangka barunya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Roy, dari sejumlah saksi yang telah dihadirkan dalam persidangan, terdapat ketarangan saksi-saksi yang  sangat membantu pihaknya selaku JPU KPK untuk membuktikan surat dakwaan dalam perkara ini.

Disinggung terkait wacana KPK yang akan mencabut hak politik bagi para terdakwa kasus OTT KPK? Dikatakan Roy jika hal itukan baru wacana.

“Tapi nanti akan kita tanyakan dulu ke pimpinan KPK. Namun yang jelas, dalam perkara ini surat dakwaan kita telah terbukti dalam persidangan. Dimana dalam dugaan kasus ini memang terjadi pemberian fee dari kontraktor pemenang proyek yang uangnya digunakan untuk keperluan terdakwa Yan Anto,” ujarnya.

Baca Juga :   Berkas 'JA' Masih Diperiksa Jaksa

Sambung Roy, dari para terdakwa sejauh ini baru Yan Anton dan Umar Usman yang mengajukan Justice Collaborator (JC). Terkait pengajuan JC tersebut sebenarnya hal itu merupakan hak semua terdakwa, tapi untuk mendapatkan JC tentunya ada persyaratan dan aturannya.

“Dimana pelaku utama tidak bisa mendapatkan JC. Nah, apakah dalam perkara ini JC Yan Anton yang merupakan pelaku utama dapat disetujui, kita lihat nanti. Namun yang jelas JC itu tidak bisa didapatkan bagi pelaku utama seperti Yan Anton,” tandasnya.

Terpisah, Kabiro Humas KPK dan juga juru bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah, Minggu (5/3) mengungkapkan, selain melakukan kajian saat ini KPK juga masih mencermati fakta-fakta yang muncul dalam persidangan kasus OTT Bupati Banyuasin nonaktif, Yan Anton Ferdian di PN Tipikor Kelas I A Palembang.

“Kita masih cermati fakta-fakta yang muncul dalam persidangan untuk melakukan pengembangan penyelidikan nantinya,” ungkap Febri.

Sekedar mengingatkan, dugaan kasus ini terungkap setelah Yan Anton Ferdian Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam OTT KPK di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga menetapkan tersangka lainnya, mereka yakni; Umar Usman (Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin), Sutaryo (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Banyuasin), Rustami (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Setda Banyuasin), Kirman (Direktur PT Aji Sai) dan Zulfikar Muharrami (Direktur CV Putra Pratama).

Baca Juga :   Kakak dan Adik Terlibat Bobol Rumah

Dari keenam tersangka tersebut, Yan Anton dan empat tersangka lainnya kini telah menjadi terdakwa dan masih menjalani proses persidangan di PN Tipikor Kelas I A Palembang. Sementara untuk Zulfikar Muharrami, perkaranya telah diputus Majelis Hakim dalam persidangan Kamis 9 Februari 2017.

Di persidangan, Zulfikar dinilai hakim terbukti secara syah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Tipikor. Untuk itulah, Mejelis Hakim diketuai, Arifin SH MH dengan hakim anggota Paluko Hutagalung SH MH dan Haridi SH MH memvonis Zulfikar dengan hukuman pidana 1,5 tahun (1 tahun 6 bulan) penjara denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …