KPK Kembali Jerat Bupati Mojokerto Tersangka Pencucian Uang

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali tetapkan Bupati nonaktif Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka. Namun, kini Mustofa dijerat sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp34 Miliar. Sebelumnya, ia ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi.

“Dari penerimaan gratifikasi sekitar Rp 34 miliar tersebut, KPK menemukan dugaan tindak pidana pencucian uang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

KPK menduga Mustofa telah menyimpan secara tunai atau sebagian disetorkan ke rekening bank yang bersangkutan. Selain itu, Mustofa disinyalir menyimpan uang itu melalui perusahaan milik keluarga pada MUSIKA Group, yaitu CV. MUSIKA, PT Sirkah Purbantara dan PT Jisoelman Putra Bangsa dengan modus hutang bahan atau beton.

Baca Juga :   Agus Buka Pengakuan Baru, Margriet Otak Pembunuhan Angeline

Selain itu, Mustofa juga diduga membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi itu menjadi kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain, kendaraan roda dua sebanyak 2 unit, jetski sejumlah 5 unit, dan uang tunai Rp 4,2 Miliar.

Atas perbuatan itu, Mustofa dijerat Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Febri menambahkan, penyidik KPK juga telah menyita sejumlah aset Mustofa, antara lain; 30 unit mobil, 2 unit kendaraan, 5 unit jetski, uang tunai sekitar Rp 4,2 miliar serta dokumen MUSIKA Group.

Sebelumnya, Mustofa ditetapkan sebagai tersangka suap terkait pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan izin mendirikan bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Mustofa diduga menerima sejumlah Rp 2,9 miliar terkait pengurusan IPPR dan IMB pada Juni 2015, dengan rincian dari Tower Bersama Group sebesar Rp 2,35 miliar dan dari PT Protelindo sebesar Rp 550 juta.

Baca Juga :   KPK Tetapkan Budiman Saleh Tersangka Baru Kasus PT DI

Sementara itu, di kasus dugaan gratifikasi, Bupati Mojokerto dua periode itu disinyalir terima Rp 34 miliar dari rekanan penggarap proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto, SKPD, Camat, dan Kepala Sekolah SD-SMA. (viva.co.id)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Volume Penumpang di Wilayah KAI Purwokerto Meningkat

Purwokerto, KoranSN Volume penumpang kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.