KPK Masih Terus Periksa Kepala Dinas di Pemkab Banyuasin

ivc6ioaw
FOTO/NET

Palembang,KoranSN
Untuk mengusut dugaan kasus suap penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di Pemkab Banyuasin. Kedepan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus memeriksa saksi dari kepala dinas di lingkungan Pemkab Banyuasin.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Senin (14/11/2016) mengatakan, pemeriksaan kepala dinas terus dilakukan penyidik KPK guna melengkapi berkas perkara tersangka Yan Anton Ferdian serta tersangka ‘UU’, ‘STY’, ‘RUS’ dan tersangka ‘K’.

“Kalau hari ini (kemarin) tidak ada saksi yang diperiksa penyidik KPK. Meskipun demikian, kedepan saksi dari kepala dinas di Pemkab Banyuasin masih terus diperiksa KPK,” ungkap Yuyuk.

Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin, Yos Karimudin dan Kadis Dinas Perhutanan dan Perkebunan Banyuasin Kamis 10 November 2016 telah diperiksa KPK untuk mejadi saksi tersangka Yan Anton Ferdian. Kemudian keesokan harinya, Jumat 11 November 2016 penyidik KPK pun memeriksa Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin, Syahril Arif Rahman.

Bahkan untuk mengusut dugaan kasus ini sudah lebih dari 30 saksi dari pejabat dan kepala dinas di Pemkab Banyuasin telah diperiksa penyidik KPK. Mereka diantaranya yakni; Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Banyuasin, Ir Abi Hasan MP MT, Kepala DPPKAD Banyuasin, Bambang Wirawan, Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Ria Apriani dan Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim.

Selain itu, Wakil Bupati Pemkab Banyuasin, SA Supriono, Sekda Pemkab Banyuasin, Firmansyah, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin, Rislani A Gafar, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemkab Banyuasin, Roby Sandes bahkan Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam pun juga telah diperiksa KPK menjadi saksi dalam dugaan kasus ini.

Baca Juga :   Tumpukan Eceng Gondok dan Sampah Warnai Sungai Musi

Yuyuk Andriati sebelumnya telah mengatakan, jika para saksi dari kepala dinas tersebut diperiksa penyidik KPK guna diambil keterangannya sebagai saksi yang tujuannya untuk melengkapi berkas perkara lima tersangka yang berkas perkaranya belum lengkap.

“Dikarenakan berkas perkara belum lengkap maka lima tersangka yakni; Yan Anton Ferdian, ‘UU’, ‘STY’, ‘RUS’ dan ‘K’, masa tahannya telah diperpanjang hingga 30 hari kedepan terhitung sejak Jumat 4 November 2016 hingga 3 Desember 2016 mendatang. Sedangkan untuk Direktur CV Putra Pratama, ‘ZM’ yang juga tersangka dalam dugaan kasus ini, Kamis 3 November 2016 tahannya sudah dipindahkan ke Rutan Tipikor Kelas I Pakjo Palembang. Hal ini dikarenakan, berkas perkara ‘ZM’ sudah dinyatakan lengkap (P21),” ungkap Yuyuk baru-baru ini.

Bukan hanya itu, lanjut Yuyuk, dalam rangka melengkapi berkas perkara para tersangka yang masa penahananya ditambah maka untuk saksi-saksi yang sebelumnya telah diperiksa, diantaranya seperti; Sekda Banyuasin, Kabag Humas serta sejumlah pejabat Pemkab Banyuasin dapat kembali dipanggil dan diperiksa penyidik KPK.

“Jika penyidik KPK memerlukan keterangan para saksi-saksi yang sebelumnya telah diperiksa maka bisa saja penyidik KPK akan memanggil dan memeriksa kembali saksi-saksi tersebut,” tandas Yuyuk.Sekedar informasi, dugaan kasus ini terungkap setelah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Baca Juga :   Densus Anti Teror Tangkap Satu Keluarga di Ogan Ilir, 1 Diamankan 4 Dipulangkan

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) serta ‘K’ (pihak swasta).

Dalam perkara ini para tersangka dijerat pasal berbeda. Dimana untuk tersangka Yan Anton Ferdian, ‘RUS’, ‘UU’, ‘STY’ dan ‘K’ yang diduga sebagai pihak penerima uang suap, disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 atau Pasal 12 (b) UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) yang diduga sebagai pihak pemberi uang suap, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf (a) atau Pasal 5 ayat (1) huruf (b) atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Diresmikan MenPAN-RB, Palembang Miliki Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo hadir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.