KPK Minta Petahana Pencitraan Gunakan Program Bansos Diberi Sanksi



Ketua KPK, Firli Bahuri. (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberi sanksi para petahana, yang menggunakan program penanganan pandemi COVID-19 untuk pencitraan diri jelang Pilkada.

“Diperlukan kehadiran penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPK dan Bawaslu sejak dini untuk mengingatkan dan memberi sanksi para petahana yang menggunakan program penanganan pandemi COVID-19, seperti Bansos untuk pencitraan diri yang marak terjadi jelang Pilkada serentak yang tinggal menghitung hari,” ucap Firli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Sanksinya kata dia, bisa sampai pembatalan dirinya sebagai calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Adapun pasal itu mengatur “Kepala daerah dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri maupun di daerah lain dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan paslon sampai dengan penetapan paslon terpilih”.

Baca Juga :   555 Batang Ganja Dimusnahkan

Ia pun menyatakan jelang Pilkada, lembaganya menerima laporan sejumlah oknum kepala daerah yang mengambil kesempatan untuk meningkatkan citra diri di hadapan masyarakat dengan “membonceng” penggunaan dana penanganan COVID-19 dari pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, dana penanganan COVID-19 dijadikan sarana sosialisasi diri atau alat kampanye seperti memasang foto mereka pada bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi.

“Tidak sedikit informasi perihal cara oknum kepala daerah petahana yang hanya bermodalkan selembar stiker foto atau spanduk raksasa mendompleng bantuan sosial yang berasal dari uang negara, bukan dari kantong pribadi mereka, yang diterima KPK,” ungkap Firli.

Baca Juga :   KPK Panggil 20 Saksi Terkait Kasus Subkontraktor Fiktif

Selain tidak elok dilihat, ia mengatakan hal itu tentunya telah mencederai niat baik dan kewajiban pemerintah membantu rakyat di masa pandemi saat ini.

Menurut dia, demokrasi yang sesungguhnya mesti menyediakan ruang adu program untuk meraih suara pemilih, bukan memainkan segala cara untuk meraih kemenangan.

“Saya imbau kepada kepala daerah yang kembali ikut kontestasi Pilkada serentak Desember 2020, stop poles citra Anda dengan dana penanganan COVID-19,” ujar Firli. (Antara/ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Bupati Bogor Putar Balik Bus Pemudik Modus Angkut Karyawan

Bogor, KoranSN Bupati Bogor Ade Yasin memutar balik bus berisi pemudik dengan modus mengangkut karyawan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.