KPK Panggil Dua Saksi Kasus Korupsi Proyek Infrastruktur Kota Banjar



Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2020).(foto-antara)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/11/2020) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar, Jawa Barat Tahun Anggaran 2012 sampai 2017.

“Hari ini, bertempat di Gedung KPK Merah Putih, penyidik KPK mengagendakan pemeriksaan dua saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar TA 2012 sampai dengan 2017,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta.

Dua saksi, yaitu Direktur PT Pribadi Manunggal Irwan Kurniawan dan pengurus CV Citra Sarana O Yogiswara.

Baca Juga :   KPK Ingatkan Tiga Mantan Anggota DPRD Sumut Untuk Penuhi Panggilan

Terkait PT Pribadi Manunggal, penyidik KPK pada Selasa (11/8/2020) telah memeriksa Direktur Operasional perusahaan tersebut, yaitu Guntur Rachmadi yang juga anak Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih.

Saat itu, penyidik mendalami kegiatan usaha yang dilakukan oleh Guntur Rachmadi.

Untuk kasus di Kota Banjar, KPK saat ini belum dapat menyampaikan secara detil pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebagaimana kebijakan Pimpinan KPK bahwa pengumuman tersangka akan dilakukan saat penangkapan atau penahanan telah dilakukan.

Namun dalam penyidikan kasus tersebut, KPK juga telah memeriksa Ade Uu Sukaesih pada Rabu (12/8/2020). Saat itu, penyidik KPK mengonfirmasi Ade perihal kegiatan usaha yang dikerjakan oleh pihak keluarganya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Sampaikan Eksepsi, Penasihat Hukum Paulina Terdakwa Dugaan Korupsi Hibah Bawaslu Muratara Sebut Dakwan Tidak Cermat dan Kabur

Lubuklinggau, KoranSN Sidang dugaan korupsi dana hibah Bawaslu Muratara tahun anggaran 2019 dan 2020, Jumat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.