KPK Perpanjang Penahanan Yan Anton Ferdian Cs

kpk
FOTO/NET

Palembang,koranSN
Masa penahanan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian dan empat tersangka lainnya dalam perkara dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin, hari ini Jumat (4/11/2016) diperpanjang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga 30 hari kedepan.

Empat tersangka selain Yan Anton Ferdian tersebut yakni; tersangka ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), dan tersangka ‘K’ (pihak swasta). Sedangkan untuk tersangka ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) saat ini telah dilimpahkan ke Rutan Tipikor Kelas I Pakjo Palembang.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengungkapkan, KPK saat ini menambah masa penahanan Yan Anton Ferdian Cs hingga 3 Desember 2016 mendatang.Terhitung mulai hari ini, Jumat (4/11/2016) masa penahanan Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan

Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), dan tersangka ‘K’ (pihak swasta) diperpanjang hingga 30 hari kedepan yakni,  sampai dengan 3 Desember 2016 mendatang,” ujar Yuyuk.Masih dikatakannya, penambahan masa penahanan kelima tersangka dikarenakan penyidik KPK saat ini masih dalam tahap melengkapi berkas perkara.

Baca Juga :   Bertambah 10, Covid-19 di Sumsel Capai 1.029

“Seperti hari ini (kemarin) penyidik memeriksa saksi Staf Bagian Umum Sekda Banyuasin, M Buchori yang diperiksa untuk menjadi saksi tersangka Yan Anton Ferdian. Selain itu, penyidik KPK juga memeriksa tersangka ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin) dengan status tersangka. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka melengkapi berkas perkara para tersangka,” tandasnya.

Diketahui, penambahan masa tahanan para tersangka bukanlah yang pertama kalinya. Sebab untuk mendalami dugaan kasus ini, sebelumnya KPK juga telah menambah masa tahanan para tersangka selama 40 hari sejak tanggal 25 September 2016 hingga 3 Oktober 2016.

“Penambahan masa penahanan merupakan wewenang penyidik KPK. Dimana tujuannya karena penyidik masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara para tersangka, serta untuk melakukan pendalaman penyidikan dugaan kasus ini,” tegas Yuyuk saat itu.

Diberitakan sebelumnya, dugaan kasus ini terungkap setelah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian Minggu 4 September 2016 tertangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV Putra Pratama) serta ‘K’ (pihak swasta).

Baca Juga :   Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Gandus Kumpulkan Uang Receh

Bahkan untuk mengusut dugaan kasus ini sudah lebih dari 30 saksi dari pejabat Pemkab Banyuasin dan sejumlah pihak swasta diperiksa penyidik KPK.Seperti pemeriksaan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Banyuasin, Ir Abi Hasan MP MT yang diperiksa KPK, Rabu (2/11). Selan itu, KPK juga telah memeriksa Wakil Bupati Banyuasin, SA Supriono, Asisten Ekonomi Pembangunan Desa dan Kesra Banyuasin, Rislani A Gafar, Kepala DPPKAD Banyuasin, Bambang Wirawan serta Kepala Biro Humas dan Protokol Pemkab Banyuasin, Roby Sandes.

Bukan hanya itu, Rabu 5 Oktober 2016 KPK juga memeriksa Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath. Kemudian, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Ria Apriani diperiksa KPK, Kamis 13 Oktober 2016 serta Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim yang telah diperiksa KPK Selasa 18 Oktober 2016.     Selain itu, Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam juga telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Jumat 28 Oktober 2016. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Tombak & Peluru Diamankan Densus 88 Terkait Penangkapan Terduga Teroris di Talang Kelapa

Palembang, KoranSN Rizwan (53), Ketua RT 13 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang saksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.