KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi PLN Unit PLTU Bukit Asam



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan retrofit sistem sootblowing PLTU Bukit Asam pada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIK SBS) tahun 2017-2022, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2024). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (9/7/2024) menahan tiga tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan retrofit sistem sootblowing PLTU Bukit Asam pada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIK SBS) tahun 2017-2022.

“Para tersangka selanjutnya dilakukan penahanan untuk jangka waktu 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 9 Juli 2024 sampai dengan 28 Juli 2024. Penahanan dilakukan di Rutan Cabang KPK,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Tiga tersangka tersebut adalah General Manager pada PT PLN (Persero) UIK SBS Bambang Anggoro (BA), Manajer Enjiniring pada PT PLN (Persero) UIK SBS Budi Widi Asmoro (BWA), dan Direktur PT Truba Engineering Indonesia (TEI) Nehemia Indrajaya (NI).

Baca Juga :   Meski Tak Ada Saksi Diperiksa Kejati Tegaskan Penyidikan Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Berjalan

Alex mengatakan, perhitungan awal kerugian keuangan negara akibat perbuatan ketiga tersangka mencapai Rp25 miliar dengan nilai pastinya masih dalam perhitungan oleh pihak auditor.

“Saat ini auditor sedang merampungkan proses perhitungan final besaran kerugian negara dari perkara tersebut. Kerugian negara yang timbul kurang lebih sekitar Rp25 miliar,” ujarnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pembobol Rumah Bawa Kabur Mesin Cuci dan Tiga Ponsel

Palembang, KoranSN Mengetahui pintu belakang terbuka, Syekh M Fikri (31) warga Jalan Gubernur HA Bastari, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!