KPK Tangkap Kontraktor Lapter Atung Bungsu Pagaralam Saat Turun Pesawat Usai Pulang Haji







Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Herwansyah Saidi. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Senin (27/8/2018) menangkap kontraktor Proyek Lapangan Terbang (Lapter) Atung Bungsu Pagaralam, Teguh saat turun dari pesawat di Bandara SMB II Palembang usai melaksanakan ibadah haji.

Tersangka Teguh ditangkap setelah menjadi buronan dalam dugaan korupsi proyek Lapangan Terbang Atung Bungsu Pagaralam tahun 2013 dengan nilai proyek Rp 23 miliar. Dimana berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel, perbuatan dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka menimbulkan kerugian negara senilai Rp 5,4 miliar.

Wakil Direktur (Wadir) Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Herwansyah Saidi, Kamis (30/8/2018) mengatakan, sebelum dijadikan buronan awalnya tersangka Teguh berkali-kali mangkir menghadiri panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan. Hingga akhirnya, Teguh dijadikan buronan oleh Polda Sumsel.

“Selama tersangka menjadi buronan, kami terus melakukan pencarian keberadaan Teguh. Hingga akhirnya setelah berkoordinasi dengan KPK kami mengetahui keberadaan Teguh sedang berada di Bandara SMB II Palembang, saat itu tersangka baru turun dari pesawat usai melaksanakan ibadah haji, dan ketika itulah kami bersama-sama dengan KPK melakukan penangkapan tersangka,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pakar: Putri Candrawathi Ditahan Penuhi Rasa Keadilan dalam Penyidikan

Masih dikatakan Herwansyah, usai ditangkap selanjutnya Teguh dibawa ke Mapolda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah diamankan di Polda Sumsel dan diperiksa, tersangka langsung kami tahan. Bahkan hingga kini tersangka Teguh mendekam di sel tahanan Mapolda Sumsel sembari menunggu penyidik melengkapi berkas perkaranya,” ujarnya.

Menurut Herwansyah, dalam dugaan kasus ini sebelumnya sudah ada satu tersangka yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Antung Bungsu Pagaralam, yang telah dilimpahkan pihaknya ke jaksa penuntut umum.

“Tersangka tersebut yakni Teddy. Bahkan belum lama ini Teddy telah divonis oleh hakim dengan hukuman pidana 4 tahun 6 bulan kurungan penjara. Dari pengembangan perkara Teddy inilah, kami mendapati bukti keterlibatan tersangka Teguh. Namun selama porses penyidikan, Teguh tak pernah menghadiri panggilan penyidik sehingga dia (Teguh) kami tetapkan sebagai DPO,” tandas Herwansyah.

Baca Juga :   6 Tahun Ayah Tiri Setubuhi Anak di Bawah Umur

Sementara Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Dani Sianipar menambahkan, dalam kasus ini tersangka Teguh ditetapkan pihaknya menjadi buronan sejak awal tahun 2018 lalu.

“Proyek Lapangan Terbang Atung Bungsu Pagaralam ini dilakukan pembangunannya tahun 2013. Namun penyelidikannya kami lakukan sejak tahun 2015. Kemudian sekitar awal tahun 2017, kami menetapkan PPK proyek atas nama Teddy (sudah divonis hakim) sebagai tersangka,” ujarnya.

Lanjut Dani, dari hasil proses penyelidikan akhirnya awal tahun 2018 Teddy dilimpahkan ke jaksa dan kini sudah divonis oleh hakim dan ditahan di Rutan Pakjo Palembang.

“Menindaklanjuti temuan bukti dari perkara Teddy, hingga kami melakukan pengembangan dengan memanggil tersangka Teguh selaku pihak kontraktor. Namun Teguh tak pernah menghadiri panggilan penyidik, hingga sejak awal tahun 2018, Teguh kami nyatakan menjadi buronan,” ungkap Dani. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Masih Agendakan Pemanggilan Para Saksi Dugaan Korupsi Izin Perkebunan

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel kedepannya masih akan mengagendakan pemanggilan para saksi guna dilakukan pemeriksaan dalam …

error: Content is protected !!