KPK Terus Bergerak, Tapi Korupsi Tak Berhenti

Gedung KPK. (foto-net)

SERING kita mendengar aksi OTT alias Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang menciduk oknum aparat negara mulai dari oknum kepala daerah, oknum wakil rakyat, bahkan oknum penegak hukum yang terang-terangan melakukan korupsi.

Menjadi pemberitaan, ada yang tertangkap dengan barang bukti yang jumlahnya fantastis, ada yang tertangkap bersama-sama dengan pihak lain atau pihak ketiga, ada pasangan suami isteri harus dibawa ke kantor anti rasuah tersebut, bahkan yang miris ada yang ditangkap menjelang kepergiannya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Di Sumsel sendiri ada dua kali aksi OTT KPK yang menangkap basah oknum wakil rakyat dan oknum kepala daerah, seperti di OTT suap Muba tahun 2015 dan OTT Bupati Banyuasin tahun 2016. Tercatat juga, di Sumsel KPK pernah menangani dua kasus suap kepala daerah terkait Ketua Mahkamah Konstiusi (MK), Akil Muchtar.

Pada kasus OTT suap Muba dan OTT Bupati Banyuasin, begitu banyak pengorbanan yang harus ada gara-gara korupsi. Tata pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu, rakyat menjadi korban untuk semua ini.

Baca Juga :   Tiba-tiba Banyak yang Buang Sampah Sembarangan!

Akibat dari korupsi, semua tatanan yang sudah diatur dengan baik, disinergikan dan dibangun, harus tertahan. Bahkan yang lebih parah akibat praktek haram ini, pembangunan tertahan atau tak bisa dilanjutkan. Tak hanya itu, pergerakan pemerintahan secara otomatis menjadi terkendala. Ini menjadi pengalaman berharga, betapa buruk buah dari korupsi.

Selain itu begitu banyak rakyat yang dirugikan, karena praktek ini sudah mencederai demokrasi dan membohongi masyarakat. Ini bisa berbuah sikap apatis dari khalayak untuk susah atau sulit percaya lagi dengan pemerintah. Jangan salahkan rakyat, kalau mereka menyamaratakan sikap pejabat. Ini tentu sangat mengkhwatirkan untuk tatanan Pemerintah kita.

Harus menjadi perhatian kita bersama, mengapa praktek korupsi terus terjadi di Negeri kita tercinta ini. Walaupun Kepala Negara dengan tegas akan membasmi korupsi, tetapi taksi OTT KPK terus ada, seakan tak ada takutnya oknum pejabat untuk terus membuat negara kita ini sakit dan makin terpuruk.

Baca Juga :   Perlu Terobosan Untuk Problem yang Makin Banyak

Apalagi Pemerintahan Jokowi-JK saat ini sangat anti dan bersikap tegas melawan korupsi. Harusnya perangkat pemerintah dari atas sampai bawah mendukung hal ini.

Tetapi pertanyaan yang sama sering dilontarkan masyarakat, apakah para oknum pejabat yang masih suka main-main dengan uang Negara, tak menyaksikan betapa KPK gencar melakukan OTT dan membasmi korupsi, hingga muncul lagi praktek yang sama.

Walaupun fasilitas, tunjangan jabatan dan banyak hal sudah didapatkan, banyak oknum pejabat yang masih kurang puas dengan harta yang sudah diraih. Hingga dengan beragam modus yang mereka ciptakan sendiri, terus dilakukan untuk mendapatkan uang bukan pada jalurnya.

Hal yang nampak sekarang memunculkan pertanyaan, walaupun KPK terus bergerak, ternyata praktek korupsi makin banyak. Ini harus menjadi catatan pengambil keputusan di Negeri ini, tentu harus ada yang diperbaiki secara mendasar, bila ingin korupsi musnah dari Bumi Pertiwi. Dan jangan biarkan pelaku-pelaku korupsi baru terus tumbuh. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kapal Pengangkut Batubara Tabrak Plaza Dermaga 7 Ulu

Palembang, KoranSN Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara menabrak Plaza Dermaga 7 Ulu, Kota Palembang, menyebabkan …

error: Content is protected !!