KPP RI Pamerkan Batik Lewat “Rupa Karya” Lestarikan Budaya Indonesia



Politisi dari Fraksi Golkar ini juga menyatakan, selain memiliki kekayaan aneka rempah, Indonesia juga berlimpah dengan berbagai tanaman yang dapat dijadikan pewarna alami batik. Misalnya saga, kunyit, kayu nangka, dan manggis. Dengan demikian, selain berkontribusi terhadap perekonomian, produksi batik juga berkontribusi terhadap upaya merawat dan melestarikan alam.

Sebagai bagian dari industri tekstil, kontribusi batik bagi perekonomian nasional memang cukup besar, bahkan di masa pandemi. Menurut catatan Kemenperin, kontribusi sektor batik terhadap devisa melalui capaian ekspor batik pada tahun 2020 mencapai 532,7 juta Dolar AS, dan selama periode triwulan I tahun 2021 mampu menembus 157,8 juta Dolar AS.

Kehadiran pameran batik itu pun diharapkan dapat menjadi ruang bagi para perajin batik yang dengan setia menjaga dan melestarikan budaya bangsa lewat karya- karya mereka.

“Industri batik merupakan salah satu sektor yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) dan termasuk sektor yang banyak membuka lapangan kerja, khususnya kaum perempuan. Lewat batik, UMKM bisa menjadi penyumbang devisa yang mendorong pemulihan ekonomi dan meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama perempuan di dalam ekonomi,” ujar Ketua Panitia “Rupa Karya” Casytha A. Kathmandu. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Tecno Bermitra dengan Erajaya Tangani Penjualan Camon 19 Pro







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Mitsubishi Ungkap 7 Fitur Xforce Dukung Perjalanan Mudik Lebaran

Jakarta, KoranSN PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai agen pemegang merek kendaraan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!