KPU Muratara Gelar Rakor Bersama PPK dan PPS

BERI ARAHAN – Tampak Ketua KPU Muratara, Agus Mariyanto sedang memberikan arahan kepada PPK dan PPS. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Muratara terkait perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) serta Daftar Pemilih Khusus (DPK) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Selasa (26/2/2019).

Acara berlangsung di Hotel Amazing Kota Lubuklinggau, dihadiri seluruh Komisioner KPU Kabupaten Muratara, serta PPK dan PPS dalam wilayah Kabupaten Muratara.

Komisioner KPU Kabupaten Muratara Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia (SDM), Partisipasi Masyarakat, Neti Herawati mengatakan, Rakor ini bertujuan untuk pembentukan KPPS untuk menyamakan persepsi dengan PPK dan PPS.

Baca Juga :   Wabup OKU Timur Buka Latihan Turnamen Tenis

“Perekrutan KPPS itu adanya di PPS, tapi surat keputusan (SK)nya tetap koordinasi dengan PPK dan KPU. PPK dan KPU monitoring kegiatannya, jadi SK nya atas nama Ketua KPU namun ditandatangani oleh Ketua PPS,” kata Neti.

Menurutnya, perekrutan KPPS sepenuhnya oleh PPS, tapi tetap berkoordinasi dengan PPK dan KPU, karena SK-nya dikeluarkan KPU.

“Perekrutan KPPS dimulai pada tanggal 28 Februari sampai tanggal 27 Maret 2019, tadi kan sudah dibagikan ke PPS mengenai tahapan tahapannya. Tahapan dan syarat syaratnya itu, nanti akan ditempelkan di tempat tempat umum,” jelasnya.

Neti berpesan kepada seluruh PPS dalam wilayah Kabupaten Muratara, dalam perekrutan KPPS nanti jangan sampai ada konflik kepentingan.

Baca Juga :   Dokter Masuk Desa, Jemput Bola Hingga Pelosok Lahat

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Muratara Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Heriyanto mengingatkan, masyarakat Muratara yang berada diluar Muratara, berperan aktif untuk mengurus pindah memilih.

“Jangan nanti setelah dekat hari H-nya baru mau ngurusnya, manalagi KPPS mau ngasih undangan ke masyarakat, mau ngurus orang pindah memilih, kasihan mereka. Kalau sudah jauh-jauh hari mereka ngurus pindah memilih, jadi pada saat hari H nanti KPPS tinggal membagikan undangan saja atau C6 itu,” ujarnya.

Heriyanto berharap, masyarakat mengerti dan memahami itu, karena masalah ini sudah sering di sosialisasikan dan di komunikasikan kepada masyarakat. Baik melalui penyelenggara maupun melalui relawan demokrasi (Relasi) yang menyampaikan langsung kepada masyarakat.

“Kami pun turun menyampaikan kepada masyarakat untuk partisipasinya, yang mau pindah memilih silahkan lapor ke PPS desa tempat mereka tinggal,” pungkasnya. (snd)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Lepas 290 Peserta Didik SMAN 1 Muara Enim, Plt. Bupati Serahkan Beasiswa ke Tiongkok

Muara Enim,KoranSN Plt Bupati Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah, S.H., LL.M., LL.M., Ph.D., Rabu (31/05/2023) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!