Kucing, Hewan Terapi Anak Kebutuhan Khusus





kucingSudah banyak diketahui kalau memelihara kucing juga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi pemiliknya. Tidak hanya kesehatan mental tapi juga kesehatan fisik.

Salah satu manfaat yang bisa didapat dari kucing adalah fungsinya sebagai hewan terapi. Selama ini hewan yang digunakan sebagai hewan terapi adalah lumba-lumba dan anjing untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Namun, drh. Angela Maharani menuturkan, penelitian terbaru menyatakan kalau kucing juga bisa memberikan efek terapi yang sama.

“Kalau yang pernah bermain dengan kucing dan memperhatikan kucing kalau tidur itu mendengkur. Dengkurannya ini memiliki frekuensi 20-150 Hertz yang bisa memberikab efek menenangkan untuk sekitarnya maupun untuk kucing itu sendiri,” kata drh. Angela saat ditemui di acara Frieskies #500Catventure. Jakarta, Senin, 8 Agustus 2016.

Baca Juga :   Kasus COVID-19 Bertambah 894 Orang, DKI Laporkan Pasien Baru Terbanyak

Frekuensi antara 20-100 hertz, lanjut drh. Angela, diketahui dapat menyembuhkan penyalit sendi. Dan, frekuensi ini dalam ilmu pengetahuan sama seperti frekuensi yang dikeluarkan oleh sonar lumba-lumba.

“Hal ini sudah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan di Inggris dan Amerika,” imbuh drh. Angela.

Selain itu, kucing juga bisa memberikan kesehatan secara mental bagi manusia seperti penghilang stres serta membuat tidur menjadi lebih nyenyak. (viva.co.id)





Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

Pasien COVID-19 di Babel Tersisa 84 Orang

Pangkalpinang, KoranSN Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien COVID-19 tersisa 84 orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!