Kunjungan Wisata Kalteng turun 80 Persen Selama Pandemi COVID-19



Gambar tangkapan layar Jubir COVID-19 dr Herlina Eka Shinta saat siaran pers di Palangka Raya. (foto-antaranews)

Pulang Pisau, KoranSN

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan mengungkapkan selama pandemi COVID-19 kunjungan wisatawan mengalami penurunan hingga 80 persen.

“Untuk zona hijau, objek wisatanya bisa dibuka kembali dan kuncinya ada pada bupati/wali kota yang di setiap daerah memiliki Satuan Tugas (Satgas) yang menilai dan mensurvei boleh apa tidak suatu kegiatan pertunjukan dengan mengumpulkan orang banyak,” kata Guntur di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Selasa.

Guntur mengungkapkan meski secara keseluruhan terjadi penurunan kunjungan wisata, tetapi masih ada kunjungan tamu-tamu dari nusantara yang tetap memilih Provinsi Kalteng sebagai tujuan wisata walaupun dalam jumlah kecil.

Menurutnya, untuk Provinsi Kalteng destinasi wisata yang sudah bisa dibuka adalah Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Seruyan. Sementara destinasi wisata Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Tanjung Puting, sebelumnya harus mendapatkan izin atau persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup.

Baca Juga :   "Sleman Temple Run #6 2021" Digelar dengan Prokes COVID-19 Ketat

Selama pendemi COVID-19 ini, terang Guntur, bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan wisata dirinya mengimbau untuk wisata di daerah masing-masing.

“Artinya apa? Kita lebih fokus untuk mempersiapkan pelayanan fasilitas wisata untuk wisatawan lokal dan wisatawan nusantara. Kita yakin selama ini kita sudah capek, sudah lama berada di rumah, pasti banyak orang menginginkan wisata. Wisata didaerah sendiri pasti lebih aman,” ucap Guntur.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Guntur menilai dalam dua tahun terakhir kabupaten setempat telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan untuk membangun sektor pariwisata, baik dari segi fasilitas maupun fisik juga keberadaan desa wisata.

Guntur juga mengingatkan kepada pengelola home stay atau penginapan yang ada di daerah setempat untuk melengkapi berbagai fasilitas yang diatur dengan menaati protokol kesehatan. Jangan sampai ada kunjungan orang dari luar malah membuat klaster baru penyebaran COVID-19.

Baca Juga :   Bupati Kudus: Pembatasan Objek Wisata saat Liburan Masih Dikaji

“Keadaan kondisi pariwisata dan seni budaya kita selama pandemi ini posisinya masih bertahan, meski ada juga diantara pelaku dari sektor pariwisata yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya,” kata dia.

Memasuki masa transisi kehidupan baru ini, kata Guntur, Disbudpar mendorong agar semua pelaku di sektor pariwisata untuk belajar dan bersiap dalam menerima kunjungan tamu wisatawan lokal dan nusantara.(antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pengamat: Holding BUMN Pariwisata Dorong “Value Creation”

Jakarta, KoranSN Pengamat BUMN Toto Pranoto dari Universitas Indonesia menilai pembentukan Holding BUMN Aviasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.