Kunjungan Wisman ke Kota Palembang Meningkat 45,04 Persen

Kepala BPS Sumsel, Yos Rudiansyah (tengah) didampingi Kabid Statistik Produksi, Ir Djoni (kiri) dan Kabid Stat Distribusi, Herri Mimaryanto (kanan) saat diwawancarai. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel), Yos Rudiansyah mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kota Palembang sampai Juni 2017 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Juni 2016 lalu, sebesar 45,04 persen, yaitu naik dari 575 orang menjadi 834 orang. Jumlah wisman tersebut didapat dari pintu masuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

“Jumlah Wisman yang datang ke Sumsel pada bulan Juli 2017 ini mengalami peningkatan sebesar 3,73 persen dibanding bulan mei 2017. diharapkan pada bulan-bulan berikutnya jumlah kunjungan wisman dapat terus meningkat, mudah-mudahan jumlah wisman mencapi lebih dari 1000 orang,” ungkap Yos Rudiansyah ketika dikonfirmasi, Selasa (1/8/2017).

Ditambahkannya, peningkatan Wisman bulan Juni 2017 dibanding dengan bulan Mei 2017 secara absolut yang paling besar berasal dari negara Singapura sebanyak 49 orang, diikuti Malaysia yang naik sebanyak 31 orang dan Amerika Serikat 6 orang.

Baca Juga :   5 Kapolres di Sumsel Diganti

“Secara persentase yang paling besar peningkatannya bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, berasal dari Negara Amerika Serikat, Korea Selatan dan Singapura, masing-masing naik sebesar 300,00 persen, 80,00 persen dan 64,47 persen,” jelasnya.

Ia melanjutkan, apabila dibandingkan dengan bulan Juni 2016 juga terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisman. Peningkatan kunjungan wisman tersebut sebesar 45,04 persen dengan peningkatan yang paling banyak berasal dari Negara Malaysia naik sebesar 204 orang atau 72,60 persen, Negara Singapura naik sebanyak 39 orang atau 45,35 persen dan Korea Selatan naik sebanyak 8 orang atau 800,00 persen.

“Kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Juni 2017 ini yang paling banyak berasal dari Negara Malaysia yaitu 485 orang atau sebesar 58,15 persen dan Negara Singapura sebanyak 125 orang atau 14,99 persen. Perubahan ini bisa diakibatkan dari perubahan musim libur disetiap negara,” tuturnya.

Baca Juga :   November, Dermaga 35 Kembali Dibuka

Masih kata Yos Rudiansyah, indikator selanjutnya inflasi bulan Juli 2017 di Sumsel 0,10 persen, angka ini lebih kecil jika dibanding dengan bulan kemarin saat bulan Ramadhan 0,87 persen. Pola ini biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya saat Lebaran kembali harga-harga menjadi stabil.

“Untuk ekspor impor. Ekspor di Sumsel terjadi penurunan sekitar 8 persen, terutama ekspor karet yang mengalami penurun, karena harga di pasaran dunia rendah dan volume ekspor kurang dilakukan sedangkan impor mengalami kenaikan,” tuntasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

IPSI Palembang Gelar Kejurkot 12-14 Februari

Palembang, KoranSN Guna memajukan cabang olahraga Pencak Silat di Kota Palembang, Pengurus Cabang (PC) Ikatan …