Kurang Fasilitas, Pelajar SMAN 2 Abab Belajar di Lantai

Tampak para siswa sedang melakukan aktivitas belajar di kelas sambil melepoh di lantai. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Akibat kurangnya sarana fasilitas belajar mengajar berupa kursi dan meja belajar, membuat pelajar di SMA Negeri 2 Abab di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI terpaksa harus belajar dengan cara melepoh atau belajar di lantai.

Selain melepoh, sekolah yang baru berjalan dua tahun ini dan dengan jumlah murid 220 orang terbagi 7 kelas, hanya mempunyai tiga lokal ruang kelas tanpa ada kursi dan meja memaksa pelajar harus bergantian untuk mengikuti pelajaran.

Iskandar, kepala SMAN 2 Abab mengaku bahwa pihak sekolah telah mengajukan bantuan mobiler ke dinas pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak Disdik Provinsi Sumsel untuk membantu.

“Seperti itulah proses belajar di sekolah kami, hanya ada tiga lokal ruang kelas tanpa meja kursi. Kami minta kepada dinas pendidikan provinsi untuk segera merealisasikan pengajuan bantuan mobiler yang telah kami sampaikan. Untuk mengatasi kekurangan ruang kelas, warga setempat telah bergotong royong membuat ruang kelas darurat dari tiang kayu dan atapnya terpal, saat ini sudah dipakai belajar dan kami pinjam kursi dari sekolah dasar yang letaknya berdekatan,” urai Iskandar kepada media ini, Senin (29/1/2018).

Baca Juga :   September, Mapolres Empat Lawang Mulai Dibangun

Terpisah, Zainul kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) PALI meminta Pemkab PALI in ikut mengatasi persoalan di SMAN 2 Abab.

“Memang pengelolaan SMA dikembalikan ke Pemprov melalui dinas pendidikan provinsi, namun dari keterangan bagian sarana prasarana Disdik provinsi, Pemkab juga bisa membantu penyediaan mobiler kalau ada anggaran. Untuk itu kami berharap dari Pemkab juga ikut berpartisipasi membantu permasalahan ini agar dunia pendidikan di PALI berjalan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kamriadi S.Pd M.Si, Plt Kepala dinas Pendidikan PALI berharap kepala sekolah harus bijak dalam mengatasi masalah. Dan Kadisdik PALI juga menyatakan bahwa bantuan mobiler sudah dianggarkan tahun ini. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar tidak berkembang, Disdik PALI bakal mencari pinjaman kursi dan meja ke sekolah-sekolah di sekitar SMAN 2 Abab.

“Sudah kami sampaikan ke Disdik provinsi agar dibantu di SMA tersebut, sebab Pemkab telah membantu hibah bangunan ruang belajar tiga lokal. Namun agar masalah ini tidak berkembang, kami akan pinjam mobiler ke sekolah lain sekitar itu, sementara menunggu pengadaan mobiler yang anggarannya tahun ini,” terang Kamriadi.

Baca Juga :   Persaja PALI Berikan Bantuan Kursi Roda

Dirinya juga meyebutkan telah menyarankan kepala sekolah tersebut untuk pinjam ruangan belajar ke sekolah lain, namun mungkin karena tidak sabar, warga akhirnya bergotong royong membangun ruang belajar darurat.

“Sudah kami sarankan agar bersabar, dan kursi serta meja kami arahkan pinjam terlebih dahulu, apabila kurang, silahkan koordinasi dengan kami. Untuk anggaran pembanguan fisik ruang belajar, memang dibuat terpisah dengan anggaran penyediaan mobiler, untuk antisipasi apabila ruang belajar belum selesai, terus mobiler datang tidak disimpan diluar ruangan.Intinya kami siap bantu meski bukan wewenang kami, tapi kami minta warga bersabar dan dalam waktu satu minggu ini kami pastikan, siswa di sekolah itu tidak ada lagi yang belajar melepoh,” janjinya. (ans)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab OKI Targetkan Indeks Pembangunan Statistik Meningkat

Kayuagung, KoranSN Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) di wilayah ini meningkat. Upaya …

error: Content is protected !!